Tegas! AHY Menolak Hak Angket: Sulit Melihat Ada Kecurangan, Karena Jarak Suara Sangat Jauh
Atikah Umiyani | 8 Maret 2024, 21:22 WIB

ahy
AKURAT.CO Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku tak akan mendukung wacana pengajuan hak angket DPR yang ditujukan untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024.
AHY menilai, usulan hak angket yang belakangan dihembuskan kurang relevan dan tak ada urgensinya. Kendati begitu, ia tetap menghormati pihak-pihak yang ingin menggunakan hak konstitusional tersebut.
"Kami menolak secara tegas karena pertama, walaupun kami menghormati ya, siapapun di negeri ini yang menggunakan hak politik. Hak politik itu kan berbagai format, yang penting konstitusional. Tapi bagi kami, kami menolak tegas karena tidak ada urgensinya," kata AHY di DPP Demokrat, Jakarta, Jumat (8/3/2024).
AHY justru bersyukur, karena menurutnya pemilu telah selesai dengan damai dan aman. Keunggulan paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka secara telak juga menjadi indikasi tidak adanya kecurangan.
"Ini sebuah realitas dan tentunya sulit untuk melihat di situ ada kecurangan secara terstruktur, masif. Intinya karena jaraknya juga jauh, saya pikir sulit untuk punya narasi seperti itu, argumentasinya enggak kuat," ujarnya.
AHY menilai, argumentasi kecurangan kurang kuat karena memang selisih perolehan suara Prabowo-Gibran dengan dua kompetitornya sangat jauh. Beda halnya jika hanya sebesar tiga persen atau setara dengan margin of error.
Lebih lanjut, AHY menegaskan, tingginya suara di Pilpres 2024 sebagai bukti bahwa Prabowo-Gibran mendapat dukungan yang sangat besar dari masyarakat. Ia pun sudah membuktikannya saat ikut terjun langsung ke lapangan.
"Kecuali jaraknya cuma beda-beda tipis, dua, tiga persen margin of error, tapi kalau jaraknya sampai seperti itu, ya bukan untuk menjadi besar kepala tapi paling tidak menunjukkan bahwa memang dukungan rakyat kepada pak Prabowo itu besar," ucapnya.
"Dan kami konfirmasi selama tiga bulan, pagi, siang, malam di panggung-panggung kampanye masuk ke kampung masuk ke pasar, kelompok-kelompok masyarakat memang banyak sekali yang memberikan dukungan ke pak Prabowo jadi presiden," sambungnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








