AKURAT.CO Hasil Pemilu 2024 potensi memengaruhi jumlah fraksi di DPR. Mencermati dinamika hasil hitung cepat lembaga survei maupun penghitungan sementara KPU, terbuka kemungkinan komposisi partai di parlemen tak mengalami perubahan signifikan, kecuali terpentalnya PPP dari Senayan.
Peneliti Formappi Lucius Karus menilai, kalau jumlah fraksi dari sembilan menjadi delapan, maka bukan tidak mungkin dinamika pemerintahan ke depan berlangsung seru, dalam konteks setiap pengambilan keputusan di DPR. Asalkan, terdapat empat partai oposisi.
"DPR akan dinamis kalau terdapat komposisi empat partai pendukung pemerintah, diimbangi empat partai oposisi," kata Lucius, di Jakarta, Jumat (16/2/2024).
Baca Juga: Oposisi Berebut Masuk Putaran Kedua, Siapa Lawan Prabowo-Gibran?
Hasil hitung cepat Litbang Kompas, maupun lembaga survei lainnya memberi gambaran DPR ke depan bakal diisi penghuni lama periode 2019-2024 minus PPP. Golkar, Gerindra, Demokrat dan PAN masuk barisan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo-Gibran yang unggul versi hitung cepat.
Sedangkan Nasdem, PKB dan PKS masuk barisan paslon capres-cawapres nomor urut 1, Anies-Muhaimin yang terbenam versi hitung cepat, dengan konklusi pilpres berakhir dalam satu putaran. PDIP yang mengusung Ganjar-Mahfud unggul pada pileg versi hitung cepat, telah memberi sinyal bakal berada di luar pemerintahan.
Baca Juga: Ditinggal Jokowi, PDIP Mulai Oposisi
Lucius menyebut, empat partai yang kalah pada pilpres bisa menjadi oposisi. Sekalipun banyak pihak masih menunggu hasil penghitungan resmi KPU, kalau benar terjadi adanya keseimbangan jumlah partai pendukung pemerintah dengan yang kontra, hal itu tak membawa dampak buruk bagi demokrasi.
"Kalau DPR periode sekarang kan mayoritas dari parpol pendukung pemerintah, kita bisa lihat hasilnya dalam setiap pengambilan keputusan seperti apa. Kalau terjadi keseimbangan ada empat fraksi oposisi, pengambilan keputusan butuh argumentasi dan lobi-lobi yang tak mudah," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 4Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







