Prabowo-Gibran Unggul Sementara di Quick Count, Warganet: Sorry Yee Kalah Ya Kalah Aja Bos!

AKURAT.CO Proses pelaksanaan hitung cepat atau quick count pada Pemilihan Presiden 2024 digelar sejumlah lembaga survei seperti Litbang Kompas, Poltracking, Charta Politika, Indikator, LSI dan Populi.
Berdasarkan hasil quick count dari keenam lembaga survei tersebut, pada Rabu (14/2/2024) pukul 19.00 WIB, pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, unggul sementara dengan persentase rata-rata lebih dari 50 persen.
Sebagai contoh, dalam hasil survei Litbang Kompas dengan suara masuk 83,20 persen dari 2.000 TPS, Prabowo-Gibran ungggul dari pasangan lainnya dengan persentase 58,69 persen.
Melihat hal tersebut, akun @dastanjr lantas memberikan komentarnya atas kemenangan Paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran dalam cuitannya di media sosial X, dulu dikenal Twitter.
"Sorry ye yang bilang RIP Demokrasi emang pas pemilu lu disuruh wajib milih 02? kalah ya kalah aja bos wkwkwkwk" tulis username Kiboy tersebut.
Baca Juga: Hasil Pilpres 2024 Dituding Curang, Prabowo: Bukan Masalah!
Kiboy lalu menambahkan pendukung pasangan lain untuk tidak menyebar fitnah dalam gelaran Pilpes tahun ini, juga tidak membawa hal-hal yang berkaitan dengan agama.
"Jangan nyebar fitnah mulu kayak pas kampanye kemarin, sholawat aja dimainin gimana ngga murka semesta," ungkapnya.
Cuitan Kiboy tersebut telah dilihat oleh lebih dari satu juta pengguna X dengan mendapat seribu komentar.
Tidak sedikit dari warganet yang juga pendukung Paslon nomor urut 2 yang setuju dengan pendapat Kiboy dan memberikan pendapat serupa di kolom komentar.
"pendukung 02 kek paling hina dimata orang2 wkwkw," cuit @surga.
Baca Juga: PDIP Sarankan TPN Ganjar-Mahfud Bentuk Tim Khusus Selidiki Indikasi Kecurangan
"Ada yang hilang tapi bukan perasaan, terus apa dong? suara pendukung 01 sama 03 *musik jedag jedug*" cuit @bangpian__.
"Doa mereka ga di Kabul. Memanfaatkan para kiyai buat kampanye," cuit @Dragontall65984.
Baca Juga: Pilpres 2014 Ulangi Hasil 2009, Legitimasi Jadi Pertaruhan
"Sumpa banyak bersliweran orang2 yang ga terima kalo 02 lebih unggul, kek yauda sihh namanya demokrasi bebas milih siapa pemimpin," cuit @m00nlovers2.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






