Akurat

Gerakan Kampus, Batu Uji Jokowi

Roni Anggara | 8 Februari 2024, 20:57 WIB
Gerakan Kampus, Batu Uji Jokowi

 


AKURAT.CO Gerakan kampus yang secara bergelombang menyatakan keprihatinan yang ditujukan kepada sikap Presiden Jokowi, bisa menjadi batu uji untuk orang nomor 1 di Republik ini. Kalau Jokowi peka dan benar lihat berpolitik, kampus tak perlu secara bergilir menyampaikan kritik apalagi sampai dituding tak independen.

Pengamat politik, Adi Prayitno menyebut, gerakan dari kampus bisa dimaknai upaya membangun kembali kepercayaan publik terhadap netralitas Presiden Jokowi. Pengakuan Jokowi yang belum lama ini menegaskan bakal netral dan tidak kampanye, harus dibuktikan secara nyata dalam praktik di lapangan.

“Publik selama ini tak percaya presiden netral karena tentu preferensi personalnya ke Gibran (cawapres nomor urut 2). Karenanya, pernyataan tak ikut kampanye ingin mengamputasi supaya publik percaya kembali ke presiden bersikap independen,” kata Adi, di Jakarta, Kamis (8/2/2024).

Baca Juga: Rakyat Kadung Tak Percaya Jokowi Netral

Dia menilai tindak lanjut dari penegasan Jokowi yang disampaikan di Sumut, harus bisa dibuktikan. Artinya, seluruh apartur negara harus mengikuti sikap Jokowi yang mengaku netral dan tidak kampanye.

“Pernyataan ini mesti ditaati oleh semua bawahan presiden, supaya tak ikutan kampanye juga apalagi miring-miring ke paslon tertentu. Harus dalam tindakan bukan hanya sebatas omongan. Bawahan presiden itu mulai menteri, ASN, aparatus pemerintah dan lainnya,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.