Sering Dicurhati Wong Cilik, AHY Ingin Rakyat Tidak Bergantung Bantuan Jangka Pendek dari Pemerintah
Atikah Umiyani | 6 Februari 2024, 19:04 WIB

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku kerap dicurhati wong cilik saat keliling Indonesia untuk menyapa masyarakat.
AHY mengatakan, berdasarkan realitas yang ada, masih ada sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat terutama menyangkut kesejahteraan dan tingginya harga barang pendukung untuk profesi petani dan nelayan.
"Banyak wong cilik yang curhat tentang kondisi mereka, tidak punya pekerjaan, dan banyak utangnya. Sementara yang punya pekerjaan, penghasilannya pas-pasan," kata AHY saat menyampaikan pidato politiknya di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2024).
"Selain itu, para petani mempersoalkan langkanya pupuk murah, nelayan mengeluhkan terbatasnya solar murah, sementara pelaku UMKM menghadapi terbatasnya modal usaha dan daya beli masyarakat tadi," lanjutnya.
AHY menyadari, pemerintah saat ini sudah berupaya memberikan berbagai bantuan untuk menjawab sejumlah persoalan tersebut. Namun baginya itu hanya solusi jangka pendek, dan ia ingin agar masyarakat tidak bergantung pada bantuan tersebut.
"Tapi itu hanya solusi jangka pendek saja, belum cukup, kita ingin rakyat tidak terlalu bergantung pada bantuan jangka pendek dari pemerintah. Rakyat harus punya pekerjaan dan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan bisa menabung dan berinvestasi untuk masa depan diri dan keluarganya," ujarnya.
Karenanya, AHY mengatakan, partainya akan berjuang untuk menyediakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya, serta mempermudah prosedur perizinan untuk membuka dan menjalankan usaha.
"Demokrat juga akan memperjuangkan upah yang layak bagi para tenaga kerja agar penghasilannya meningkat. Termasuk kenaikan gaji setiap tahun bagi para guru ASN, TNI/Polri dan pensiunan," ucapnya.
"Kita juga akan mendorong produktivitas melalui pemberian insentif bagi para pelaku usaha, jika produktivitas meningkat upah yang akan mudah tersedia bagi kaum buruh dan para pekerja," lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









