Mahfud MD Minta Warga Pasuruan Tidak Memilih Karena Dikasih Sembako dan Amplop

AKURAT.CO Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud Md, mengundang warga Pasuruan, Jawa Timur, untuk memilih berdasarkan hati nurani daripada imbalan materi saat pemilu nanti.
"Saya mengajak warga Pasuruan datang ke TPS pada 14 Februari. Pilihlah sesuai hati nurani, jangan memilih karena sembako dan amplop. Sebab, akan menunggu lima tahun lagi untuk dapat bantuan serupa," kata Mahfud, Selasa (6/2/2024).
Baca Juga: Mahfud MD Janji Bansos akan Lebih Banyak dan Tepat Sasaran Jika Menang Pilpres 2024
Dia menegaskan bahwa bansos tidak boleh dipandang sebagai kemurahan hati individu tetapi sebagai bantuan yang diberikan negara yang diatur oleh peraturan hukum. Dia mengutip Pasal 34 ayat 1 UUD 1945, yang mewajibkan negara untuk mendukung fakir miskin dan anak terlantar.
"Bansos itu bukan bantuan dari pemerintah, tapi bantuan dari negara. Negara itu kalau penyelenggara sehari-harinya adalah pemerintah dan DPR. Berarti bansos itu bukan karena kemurahan seseorang, tapi memang ada di dalam ketentuan hukum," jelasnya dalam acara Tabrak Prof! Semarang, disiarkan YouTube Mahfud MD Official, Kamis (25/1/2024).
"Tidak boleh itu dianggap bantuan seseorang yang berakibat bahwa itu dianggap sedekah," sambungnya.
Dia juga menegaskan bahwa program bansos bukanlah milik individu, tetapi merupakan kewajiban konstitusi negara untuk melindungi rakyat miskin. Dia menyoroti perlunya memperbaiki distribusi bansos agar sampai kepada penerima yang dimaksud, mengatasi masalah administratif.
Baca Juga: Anggaran Kementerian lembaga Rp50,14 T yang Diblokir untuk Tambah Bansos dan Subsidi Pupuk
"Saya kembali meluruskan soal bantuan sosial (Bansos). Bansos bukan milik orang per orang, melainkan kewajiban konstitusi negara untuk melindungi rakyat miskin," tulisnya di Instagram @mohmahfudmd.
Jika terpilih bersama Ganjar Pranowo, mereka berjanji akan meningkatkan jumlah bansos dan meningkatkan akurasinya dalam penargetan.
"Jika nanti Ganjar-Mahfud terpilih, jumlah bansos akan diperbanyak dan lebih tepat sasaran. Sebab, banyak bansos yang salah peruntukkan. Karena administrasinya kacau," tambah Mahfud.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen







