Akurat Logo

Mahfud Mundur, Pukulan Telak untuk Jokowi

Roni Anggara | 31 Januari 2024, 21:15 WIB
Mahfud Mundur, Pukulan Telak untuk Jokowi

AKURAT.CO Mundurnya Mahfud MD dari kursi kabinet bisa dibaca menjadi pukulan telak untuk Presiden Jokowi. Mahfud bisa bergerak leluasa tanpa tersandera etika jabatan dan beban protokoler untuk menciptakan ledakan elektoral menahan elektabilitas kandidat terkuat paslon capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo-Gibran yang didukung Jokowi.

Pengamat politik, Ahmad Khoirul Umam mengatakan, kalau Mahfud memiliki data penting yang bisa dirumuskan untuk mengungkap borok pemerintah, bukan tak mungkin bakal menjadi kekuatan baru untuk menahan Prabowo-Gibran, yang sesumbar menang satu putaran.

“Jika Mahfud pegang data dan informasi, yang bisa di-generate menjadi pukulan telak bagi kredibilitas pemerintahan Jokowi dan Paslon 02, maka keputusan mundur dari kabinet ini akan menjadi gelombang kekuatan yang efektif untuk menahan rival terberatnya di kubu 02 yang menargetkan kemenangan satu putaran,” kata Umam, di Jakarta, Rabu (31/1/2024).

Baca Juga: Mahfud Mundur, Demokrat Masuk Kabinet?

Menurutnya, Mahfud bisa mengonsolidasikan basis kekuatan dan dukungan baru, khususnya membidik massa mengambang, menyisakan waktu dua pekan sebelum hari pencoblosan. Sekalipun begitu, masih butuh waktu untuk membuktikan efektif atau tidak keputusan Mahfud.

“Akankah berdampak secara elektoral atau tidak, akan sangat bergantung pada narasi lanjutan, intensitas serangan dan sosialisasi pasca-keputusan politik ini,” ujarnya.

Umam juga menengarai mundurnya Mahfud menjadi bentuk mosi tidak percaya kepada kredibilitas pemerintahan Jokowi. Langkah mundur bisa jadi pululan politik untuk Jokowi.

Baca Juga: Mahfud Mundur, Imin Ragukan Soliditas Kabinet

“Keputusan Mahfud itu tampaknya juga sudah ditunggu-tunggu Jokowi, yang tampaknya juga telah terusik zona nyamannya, di mana tokoh yang selama ini ia percaya sebagai Menko Polhukam kini justru berbalik menyerang pemerintahan yang ia pimpin, karena perbedaan arah kepentingan politik praktis,” ujarnya.

Aspek lain yang disirot Umam, keputusan Mahfud mundur secara langsung atau tidak, merepresentasikan sikap PDIP yang semakin berseberangan dan berulang kali menunjukkan siap buka front dengan status quo. Namun Umam mempertanyakan mengapa menteri dari PDIP belum juga mundur.

“Ataukah tetap diarahkan untuk bertahan di pemerintahan Jokowi? Jika ternyata PDIP memilih membiarkan para menteri bertahan di pemerintahan, hal itu mengindikasikan terjadinya inkonsistensi sikap politik PDIP, yang seolah terkesan cari aman dan nyaman jelang pertempuran politik 2024 ini,” tuturnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.