Akurat Logo

Gibran Disindir Berlindung di Balik Ketiak Opa-opa, Nusron: Muhaimin Berlindung di Balik Kardus Duren

Atikah Umiyani | 30 Januari 2024, 21:30 WIB
Gibran Disindir Berlindung di Balik Ketiak Opa-opa, Nusron: Muhaimin Berlindung di Balik Kardus Duren

AKURAT.CO Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid membalas sindiran yang diucapkan Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar kepada Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka.

Nusron merasa tidak terima ketika Gibran dianggap sebagai anak muda yang berlindung di balik ketiak opa-opa. Nusron lantas membalas sindiran, menyebut bahwa Muhaimin berlindung di balik kardus durian.
 
Sebagai informasi, kardus durian sangat kental merujuk pada salah satu kasus suap pengucuran dana percepatan pembangunan infrastruktur Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) tahun 2011 yang menyeret nama Muhaimin.
 
 
"Ya daripada Gus Muhaimin berlindung dibalik apa namanya, kardus duren," kata Nusron kepada wartawan di Media Center TKN, Jakarta, Selasa (30/1/2024).
 
Lebih lanjut, Nusron tidak menjelaskan apa makna dibalik ucapannya. Ia hanya menyebut wajar jika Gibran berlindung pada orang yang lebih tua.
 
"Ya kan berlindung yang namanya anak muda ya berlindung sama yang tua, kalau Muhaimin berlindung sama kardus durennya. Udah gitu aja, terjemahkan saja sendiri," ucapnya.
 
Sebelumnya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin melempar sindiran kepada lawan debatnya. Ia berbicara soal sosok anak muda yang bersembunyi di balik ketiak orang lain yang lebih tua.
 
Hal tersebut disampaikan Cak Imin kepada wartawan usai menghadiri acara Deklarasi Relawan Kawula Muda Nusantara di Jakarta, Minggu (28/1/2024).
 
"Soalnya yang debat siapa, yang bantah orang lain. Ya kalau kamu yang debat sama saya, ya kamu yang harus bantah. Jangan minta tolong orang lain untuk membantah pendapat saya. Jangan pernah ngaku pemuda kalau kamu bersembunyi di balik ketiak para opa-opa yang lain," kata Cak Imin.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.