AKURAT.CO Pemakzulan (impeachment) Presiden Jokowi yang diwacanakan sejumlah pihak tak memiliki legitimasi. Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf malah menilai wacana tersebut berembus untuk sebatas mencari isu saja.
Gus Yahya meminta wacana tersebut tidak dikembangkan. Pada tahapan pemilu yang puncaknya bakal berlangsung kurang dari 30 hari, Bos PBNU meminta para pihak berkonsenterasi pada masa depan bangsa.
"Sudahlah. Sebetulnya ini cuma orang bikin isu yang sedapat-nya saja. Mari kita berkonsentrasi pada masa depan bangsa dan negara," kata Gus Yahya, di Kantor PWNU Jatim, Senin (15/1/2024).
Baca Juga: Isu Pemakzulan Berembus, Istana Bereaksi
Menurutnya, wacana pemakzulan tidak memiliki alasan yang kuat. Bahkan tak ada urgensi yang mendorong pemakzulan.
“Wong endak ada alasan, tidak ada keadaan yang memungkinkan dan seterusnya," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








