Akurat Logo

Jokowi Kritik Debat Capres, Selanjutnya Harus Lebih Berkualitas

Paskalis Rubedanto | 8 Januari 2024, 20:31 WIB
Jokowi Kritik Debat Capres, Selanjutnya Harus Lebih Berkualitas

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo mengkritik debat capres ketiga yang menurutnya banyak mengeluarkan kritik menyerang personal.

Sependapat dengan Jokowi, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut perlunya peningkatan kualitas pada ajang debat keempat dan kelima yang akan datang.

"Tetapi, kami juga sependapat bahwa ke depan debat harus ditingkatkan kualitasnya sebagaimana Bapak Presiden sampaikan," katanya di DPP PDIP, Jakarta, Senin (8/1/2024).

Hasto menjawab awak media menyikapi pernyataan Presiden Jokowi yang menganggap debat capres pada Minggu (7/1/2024) kemarin tidak mengedukasi.

"Dari media, baik sosial media dan media mainstream, debat menunjukkan suatu peningkatan kualitas. Misalnya kita lihat, apakah puas, kemudian bagaimana penilaian kandidat, saya kira Presiden Jokowi akan mengikuti," ujarnya.

Menurut Hasto, debat yang baik bisa terlaksana jika ada sesi di mana para pasangan capres dapat memberikan gagasan secara lengkap dengan waktu yang panjang.

Baca Juga: Grace Natalie Datangi Meja Moderator di Debat Capres, Niat Protes Aksi Pendukung Ganjar Pranowo Dianggap Tidak Pantas, Netizen: Enggak Sopan!

"Bagaimana cara agar debat berkualitas dan ada edukasi? Maka kita harus membuka satu sesi untuk memberikan suatu peluang di dalam pengertian penyampaian gagasan yang sebenar-benarnya," lanjutnya.

Di sisi lain , berharap KPU selaku penyelenggara pemilu bisa memperhatikan pernyataan Jokowi agar pelaksanaan debat capres diperbaiki ke depan.

"Jadi, apa yang disampaikan Pak Presiden Jokowi, oleh KPU selaku penyelenggara pemilu harus ditangkap dengan sebaik-baiknya. Agar ke depan fungsi edukasi ini dan penajaman gagasan juga bisa ditingkatkan sebaik-baiknya," jelas politisi kelahiran Yogyakarta itu.

Hasto lantas berbicara pelaksanaan debat keempat yang akan diikuti oleh para cawapres. Dia berharap perbaikan antara kandidat sudah terjadi tanpa muncul pertanyaan bernuansa singkatan.

"Pada 21 Januari akan dilakukan debat antara cawapres. Nah, harapan Pak Jokowi kami harapkan bisa betul-betul diwujudkan nanti. Fungsi edukasi itu bisa dilakukan, sehingga tidak ada lagi pertanyaan singkatan-singkatan karena rakyat yang jadi orientasi dalam debat itu," kata Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud itu.

Baca Juga: Usai Debat Capres, Instagram Prabowo Dibanjiri Simpati Netizen: Jadilah Tinggi Tanpa Menjatuhkan

Sebelumnya, Presiden Jokowi menganggap debat capres ketiga tidak edukatif lantaran banyak serangan bersifat personal.

Menurut dia, serang menyerang wajar dalam ajang debat asalkan seputar kebijakan atau visi misi dan bukan urusan personal.

Jokowi juga menyarankan ada perbaikan format debat agar pelaksanaan sawala kandidat Pilpres 2024 selanjutnya bisa memuat sisi edukatif.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.