Akurat Logo

Fahri Hamzah: Prabowo Satu-satunya Capres yang Tidak Punya Tanda Tangan Utang

Atikah Umiyani | 6 Januari 2024, 10:45 WIB
Fahri Hamzah: Prabowo Satu-satunya Capres yang Tidak Punya Tanda Tangan Utang

AKURAT.CO Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah mengaku kerap mendapat pertanyaan dari sejumlah pihak mengapa dirinya mendukung paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Menanggapi itu, Fahri justru berbalik tanya kenapa pihak-pihak yang tidak mendukung Prabowo. Padahal, Prabowo adalah capres yang paling independen dan tidak punya utang budi kepada orang lain.
 
"Ya saya justru balik nanya, kenapa kalian gak mendukung Pak Prabowo seperti saya? Karena saya ini kan rill orangnya, saya tahu itu di belakangnya calon lain ada siapa," kata Fahri melalui video yang dikutip dari instagram pribadinya, Sabtu (6/1/2024).
 
 
"Siapa calon yang punya utang dan utang budi yang banyak, siapa calon yang disuruh-suruh sama orang lain, siapa calon yang tidak independen, dan justru kenapa kalian gak ikut dukung pak Prabowo?" sambungnya.
 
Fahri mengatakan, dirinya sudah sangat mengenal jauh sosok Prabowo. Sehingga ia bisa memastikan, dari tiga capres yang ada, Prabowo adalah sosok yang paling bersih dan tidak bisa disetir oleh orang lain.
 
"Sehingga tahu betul bahwa yang punya niat yang tidak bisa diganggu sama orang lain, yang tidak punya hutang, tidak punya tanda tangan hutang sama orang itu ya cuma pak Prabowo, yang kalau nanti mimpin independen dan bebas dalam kepemimpinan ya pak Prabowo," ujarnya. 
 
 
Oleh sebab itu, Fahri memastikan bahwa dirinya tidak akan mengalihkan dukungan kepada paslon lain. Karena menurutnya, Prabowo adalah capres yang paling baik.
 
"Terus masa saya harus mengorbankan calon yang begini baik untuk ikut maunya kawan kawan yang sebetulnya gak tahu apa apa tentang calon-calon ini," pungkasnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.