Akurat Logo

Hadiri Perayaan Nataru, Ganjar-Mahfud Sampaikan Pesan Persatuan dan Toleransi

Paskalis Rubedanto | 4 Januari 2024, 09:00 WIB
Hadiri Perayaan Nataru, Ganjar-Mahfud Sampaikan Pesan Persatuan dan Toleransi

AKURAT.CO Pasangan calon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, menyampaikan pesan persatuan dan toleransi dalam perayaan natal dan tahun baru (nataru) 2024 di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2024).

Dalam perayaan yang terbalut dalam Konser Lilin Putih dengan tema ‘Indonesia Damai Indonesia Lebih Baik’, Ganjar menyampaikan bahwa Indonesia sangat indah di tengah perbedaan.

Namun meskipun berbeda agama, suku, ras, hingga golongan, Ganjar menyatakan bahwa seluruh masyarakat Indonesia adalah saudara satu bangsa dan satu kemanusiaan.

“Mungkin di antara kita tidak satu agama, mungkin di antara kita tidak satu golongan, mungkin di antara kita tidak satu suku, atau barangkali mungkin tidak satu parpol,” katanya.

Baca Juga: Pilpres Satu Putaran Banyak Untung Bagi Indonesia, Repnas Yakin Prabowo-Gibran Menang

“Tapi saya ingin meyakinkan kita berdiri sini kita hadir di sini karena kita saudara kemanusiaan,” sambung Ganjar.

Dalam sambutannya di atas panggung, Ganjar menyampaikan bahwa dirinya bersama cawapres nomor urut 3 Mahfud MD sengaja hadir di perayaan natal dan tahun baru.

Tak hanya sekadar hadir, Ganjar-Mahfud juga ingin merasakan kebahagiaan dari masyarakat Indonesia yang turut berbahagia merayakan momentum satu tahunan ini.

"Kami hadir di sini karena kami sayang dan cinta sama Bapak Ibu. Kami hadir di sini membersamai Bapak Ibh karena ingin turut serta merasakan getaran kebahagiaan dalam perayaan natal ini,” kata Ganjar, disambut riuh masyarakat yang hadir.

Baca Juga: Fitur-fitur Terbaru yang Diperkirakan Hadir di iOS 18, Simak Daftar iPhone yang Mendukung

Setelah itu, Mahfud juga menyampaikan sejumlah pesan, ia mengatakan, bagi seorang Muslim di Indonesia, nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan amat penting.

"Keislaman dan keindonesiaan harus menyatu, bukan berarti Islam, lalu mau mendominasi, bukan, harus menyatu. Intinya orang Islam Indonesia tidak harus berkiblat ke negara-negara Timur Tengah," jelas Mahfud.

la menekankan, dalam keislaman ada sumpah setia kepada negara. Sebab, di Indonesia bermukim masyarakat yang terdiri atas berbagai agama, suku, ras, budaya, dan daerah yang semuanya menyatu secara inklusif.

"Kunci kebersatuan ini adalah toleransi. Bagi saya, keislaman dan keindonesiaan bukan hanya melahirkan toleransi, lebih dari itu adalah akseptasi. Kita saling menerima dan bersatu untuk mencapai tujuan bersama," kata Mahfud.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.