Akurat Logo

Elektabilitas Belum Stabil, TPN Ganjar-Mahfud Gelar Evaluasi

Paskalis Rubedanto | 20 Desember 2023, 15:37 WIB
Elektabilitas Belum Stabil, TPN Ganjar-Mahfud Gelar Evaluasi

 

AKURAT.CO TPN Ganjar-Mahfud melakukan evaluasi menyikapi elektabilitas capres-cawapres nomor urut 3 yang tidak stabil. TPN membahas evaluasi ini dalam rapat mingguan yang dilakukan di Gedung High End MNC, Jakarta, Rabu (20/12/2023).

Wakil Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud, Arwani Thomafi mengatakan, rapat juga mengevaluasi agenda keseluruhan termasuk kegiatan kampanye. Tak ketinggalan, rapat kali ini juga membahas persiapan debat cawapres yang bakal digelar dua hari lagi.

“Ya semuanya menjadi pantauan kita, semua akan perencanaan-perancanaan, lalu pelaksanaan-pelaksanaan program, ya itu akan dilakukan monitoring, evaluasi dan sebagainya,” kata Arwani Thomafi.

Baca Juga: Survei LPI: Respons Isu Perburuhan, Elektabilitas Ganjar-Mahfud Unggul

Sekjen PPP menambahkan, data survei merupakan masukan yang perlu dijadikan bahan pertimbangan untuk merumuskan strategi ke depan. Terlebih, Januari 2024 merupakan masa berakhirnya kampanye.

“Yang terpenting adalah, bagaimana memasuki di bulan Januari nanti, langkah-langkah seperti apa yang tepat untuk dilakukan, untuk bisa memastikan bahwa Ganjar-Mahfud itu bisa merebut kemenangan,” ungkapnya.

Baca Juga: Hasil Survei Konsultan Bayaran PPP Elektabilitas Ganjar-Mahfud Baik-baik Saja

Dirinya menyebut, strategi-strategi khusus perlu dipertimbangkan untuk memastikan pendekatan yang dilakukan Ganjar-Mahfud selama kampanye, mampu menarik suara masyarakat.

“Survei atau langkah-langkah politik, analisa atau gambaran yang disampaikan itu semua menjadi masukan. Tapi yang terpenting strategi, gerakan yang seperti apa, yang lebih mendekatkan Ganjar-Mahfud dengan para pemilih dan rakyat itu yang jadi konsen,” katanya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.