KPU Berencana Hilangkan Format Debat Cawapres, TPN Ganjar-Mahfud: Itu Belum Disepakati Ketiga Tim Pemenangan

AKURAT.CO Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menegaskan bahwa pernyataan Ketua KPU Hasyim Asyari yang menyampaikan bahwa format debat antar-cawapres murni (tanpa didampingi capres) akan ditiadakan belum disepakati dalam rapat yang dihadiri oleh KPU dan perwakilan kandidat capres-cawapres.
Hal yang disepakati dalam rapat itu barulah sebatas lokasi dan waktu pelaksanaan debat.
"Belum ada kesepakatan mengenai format debat capres dan cawapres yang akan diselenggarakan oleh KPU. Kami berharap di pertemuan selanjutnya akan ada kesepakatan," ujar Deputi Hukum TPN GM, Todung Mulya Lubis dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (2/12/2023).
Hal itu dikonfirmasi oleh Candra Irawan, Wakil Direktur Direktorat Saksi dan Pengamanan Hasil Pemilu yang bertindak sebagai perwakilan paslon Ganjar-Mahfud pada rapat yang diselenggarakan oleh KPU, pada 29 November 2023 dengan agenda pembahasan Debat Paslon Presiden dan Wakil Presiden.
Menurut Candra, agenda saat itu hanya menyepakati dua poin, yaitu lokasi debat dan waktu pelaksanaan debat.
"Rapat yang dihadiri oleh perwakilan paslon capres dan cawapres saat itu baru menyepakati lokasi debat yang kelima-limanya diselenggarakan di Jakarta, berikut tanggal-tanggalnya, yaitu pada 12 Desember 2023, 22 Desember 2023, 7 Januari 2024, 21 Januari 2024, dan 4 Februari 2024,” ucap dia.
“Oleh karena itu, terkait pernyataan Ketua KPU Hasyim Asyari yang beredar di media bahwa Debat Cawapres (sendiri, tanpa didampingi Capres) ditiadakan, itu sebenarnya tidak sesuai dengan keputusan forum bersama," sambung Candra.
Candra menyampaikan, TPN Ganjar Mahfud tetap mengusulkan agar Debat Cawapres (sendiri, tanpa didampingi Capres) tetap dilaksanakan, karena itu berdasarkan amanat UU No.7/2017 tentang pemilu pada Pasal 277 ayat (1) yang disebutkan bahwa debat pasangan calon dilaksanakan 5 kali.
Berikut juga yang telah diatur dalam Pasal 50 ayat (1) PKPU 15/2023 yang menegaskan bahwa 5 kali debat tersebut terdiri dari 3 kali debat calon presiden dan 2 kali debat calon wakil presiden.
"Dalam forum rapat tersebut, TPN Ganjar Mahfud mengusulkan kombinasi format debat, yaitu debat terlaksana 5 kali yang terdiri dari 1 kali debat capres-cawapres, 2 kali debat antarcapres, dan 2 kali debat antarcawapres. Format debat tersebut sama dengan format debat pada Pilpres 2014," tutur Candra.
"Format ini kami nilai dapat memberikan ruang bagi pemilih untuk mengenal paslon secara lebih mendalam baik sebagai pasangan maupun individu," pungkas Candra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








