Akurat Logo

Bertemu Romo Magnis, Ganjar Dihadiahi Buku Etika Politik

Paskalis Rubedanto | 24 November 2023, 11:08 WIB
Bertemu Romo Magnis, Ganjar Dihadiahi Buku Etika Politik

AKURAT.CO Rohaniawan dan filsuf Franz Magnis Suseno memberi hadiah dua buku kepada calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo.

Buku dari Romo Magnis berjudul "Etika Politik Prinsip Moral dan Dasar Kenegaraan Modern" dan "Iman Dalam Tantangan, Apa Kita Masih Dapat Percaya pada yang di Seberang".

Ganjar mengatakan buku tersebut bisa membuatnya terbekali dengan cerita etik, moral dalam berbangsa dan bernegara serta moral dalam bermasyarakat.

"Kalimatnya pendek-pendek, menurut Romo boleh dibaca satu atau dua. Itu cukup bisa membekali dan saya senang mendapatkan cerita-cerita baik, cerita etik, cerita moral dalam berbangsa, bernegara, bermasyarakat," jelasnya saat menemui Romo Magnis di STF Driyarkarya, Jakarta, Jumat (24/11/2023).

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu juga menyampaikan cerita menarik dalam obrolannya bersama Romo Magnis.

Baca Juga: Muhammadiyah Nasehati Ganjar-Mahfud, Jangan Umbar Janji

Obrolan di antaranya seputar kenegarawanan dan tata cara menyuarakan masyarakat kecil, yang kerap sulit menyampaikan aspirasi. 

"Kenegarawanan itu penting. Teori representasi, tadi beliau ceritakan bahwa banyak orang kecil sekarang agak sulit, 'siapa wakil saya yang harus bisa menyuarakan suara saya'," kata Ganjar.

Ganjar menganggap obrolan itu membuatnya sedikit tertampar karena para politisi dan pejabat publik pasti tercolek dengan pernyataan Romo Magnis.

"Itu sebenarnya mencolek hati para politisi, kita-kita yang kemudian duduk dalam jabatan publik untuk lebih perhatian pada mereka. Beliau cerita soal kemiskinan, soal akses-akses kemudahan menuju kesejahteraan ya dan itu yang beliau ceritakan," jelasnya.

Baca Juga: Hasil Survei Konsultan Bayaran PPP Elektabilitas Ganjar-Mahfud Baik-baik Saja

Di sisi lain, Ganjar mengungkap bahwa agenda kunjungannya itu bukan untuk meminta dukungan politik.

Pasalnya, Romo Magnis adalah tokoh agama yang pastinya punya sikap tersendiri dalam menentukan arah dukungan di kontestasi Pilpres 2024.

"Diskusi biasa. Beliau sebagai intelektual sebagai tokoh agama tentu beliau punya sikap pribadi tapi tidak boleh berpihak secara terbuka karena itu menunjukkan beliau juga secara institusinya netral," demikian Ganjar.

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.