Akurat Logo

Jarang Diketahui Orang, Ini Prestasi Ganjar Pranowo

Gerdiansyah | 18 Oktober 2023, 17:08 WIB
 Jarang Diketahui Orang, Ini Prestasi Ganjar Pranowo

AKURAT.CO - Dua periode memimpin Jawa Tengah, Ganjar Pranowo banyak menorehkan prestasi baik di tingkat daerah maupun nasional. Dengan jumlah penduduk sekitar 35 juta jiwa, provinsi ini telah menerima beberapa penghargaan.

Meski segudang prestasi dan penghargaan di tahun 2022, Ganjar Pranowo tetap teguh pendiriannya.

Mantan Gubernur berambut putih ini kerap mengklaim, setelah menerima penghargaan tersebut, bahwa masyarakat Jawa Tengah secara keseluruhan, para bupati/walikota, dan sekutu-sekutunya di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah bekerja sangat keras untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Nah, berikut ini prestasi Ganjar Pranowo yang jarang diketahui orang.

Baca Juga: Dipilih Buat Dampingi Ganjar Pranowo, Segini Harta Kekayaan Mahfud MD

Menurunkan Angka Kemiskinan

Di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mampu mengentaskan kemiskinan sebanyak lebih dari 60.000 orang pada tahun 2023. Kajian Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menunjukkan hingga Maret 2023, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah turun menjadi 3,79 juta jiwa. Dibandingkan September 2022 yang sebesar 10,98% atau 3,86 juta orang, angka tersebut turun menjadi 10,77% atau 0,21 poin persentase.

Membangkitkan 818 Desa Wisata

Guna memaksimalkan potensi desa wisata, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sedang bekerja sama. Menurut Ganjar, pada tahun 2023 akan terdapat 818 permukiman wisata di Jateng.

Pada tahun 2018 hingga tahun 2019, jumlah tersebut meningkat sebanyak 229 desa, tahun 2019 sebanyak 353 desa, tahun 2020 sebanyak 633 desa, dan tahun 2021 sebanyak 717 desa. Di 140.237 lokasi, Bantuan keuangan untuk pemerintah desa dari pemerintah Jateng telah terealisasi sebesar Rp7.786.324.463.

Selain itu, dengan nilai Rp55,27 triliun, Jawa Tengah akan menjadi provinsi di Indonesia pada tahun 2022 dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) UMKM tertinggi. Dengan pencapaian ini, perekonomian masyarakat, khususnya perekonomian desa, menjadi lebih mandiri.

Baca Juga: Perjalanan Karier Mahfud MD Sampai Dampingi Ganjar, Seorang Dosen Bisa Jadi Wakil Presiden?

Revitalisasi 79 Pasar Tradisional


Ganjar Pranowo telah merevitalisasi 79 pasar tradisional di Jawa Tengah. Ganjar menyumbangkan dana sebesar Rp360 miliar untuk revitalisasinya. Wilayah Kabupaten Wonosobo (11 pasar), Kabupaten Kudus (8 pasar), dan Kabupaten Blora (7 pasar) mempunyai pasar tradisional yang paling banyak bangkit dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Bagi Ganjar, bantuan pembangunan dan revitalisasi merupakan hasil penyerapan aspirasi pada pertemuan rutin musyawarah desa (musdes) dan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) bersama kepala daerah dan masyarakat.

Baca Juga: Mahfud MD Jadi Cawapres Ganjar, Pengamat Sebut Bisa Tingkatkan Kepercayaan pada Hukum

Menginisiasi pembangunan 17 Mal Pelayanan Publik

Ganjar ingin setiap kabupaten/kota melakukan terobosan mal pelayanan publik di wilayahnya. MPP harus menjadi lokasi untuk mempromosikan produk-produk khas daerah selain memberikan pelayanan terpadu bagi masyarakat.

Di Jawa Tengah, setidaknya terdapat 17 MPP. Kendal, Kudus, Jepara, Pati, Blora, Kebumen, Purworejo, Banyumas, Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Sragen, Kota Surakarta, Karanganyar, Kota Salatiga, Kota Magelang, dan Kota Semarang diantaranya. Ada gedung-gedung perwakilan di banyak MPP.

Baca Juga: Dukung Ganjar Dan Mahfud, Adik Wiji Thukul Yakin Indonesia Bebas Dari Perdagangan Orang

Membangun 15 SMK Khusus Siswa Miskin

Semasa menjabat sebagai Gubernur, Ganjar Pranowo membuat sekolah khusus yang ditujukan untuk keluarga tidak mampu. Berkat ide cemerlang itu, gagasan Ganjar diapresiasi oleh Presiden Jokowi.

Ganjar membangun sendiri tiga SMK di Jawa Tengah. Selain di Semarang, sekolah tersebut berlokasi di Purbalingga dan Pati. Namun, Ganjar tidak berhenti di tiga sekolah saja. Guna menampung anak-anak luar biasa dari keluarga berpenghasilan rendah, ia membangun lima belas sekolah kejuruan semi-asrama yang tersebar di 15 kabupaten.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

G
Reporter
Gerdiansyah
A