AKURAT.CO Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis survei terbaru terkait dengan Pilpres 2024. Hasilnya, Ganjar Pranowo sekalipun menempati puncak top of mind capres favorit, belum mampu mengimbangi elektabilitas Prabowo Subianto dalam simulasi tiga nama capres yang berkontestasi.
Survei yang dilakukan pada 18-20 September 2023 terhadap 1200 responden menyebutkan Ganjar masih unggul dalam kategori top of mind dengan persentase 25,5 persen mengalahkan Prabowo (23,3 persen) dan Anies Baswedan (13,2 persen). Namun ketika disimulasikan dalam tiga nama, Prabowo masih pada peringkat teratas.
"Prabowo subianto unggul tipis tapi secara statistik tidak signifkan terhadap Ganjar Pranowo yaitu 34 persen, Ganjar Pranowo 30,4 persen, Anies 22 persen, jadi belum banyak perubahan dari tingkat dukungan terhadap tiga nama ini," kata Direktur Eksekutif LSI, Djyadi Hanan, dalam pemaparannya secara daring, dipantau di Jakarta, Rabu (4/10/2023).
Baca Juga: Yakin Menang Di Jabar, Prabowo Butuh Cawapres Kuat Di Jateng Dan Jatim
Data LSI menyebutkan, Prabowo unggul pada pemilih laki-laki usia kurang dari 40 tahun. Pemilih Prabowo terdiri atas kalangan Sunda, Batak, Minang, dan Melayu.
Prabowo juga unggul pada pemilih dari kalangan Muslim, pendidikan menengah, buruh kasar, bengkel, satpam, sopir/ojek, pelajar, serta yang berpendapatan Rp1-2 juta. Sedangkan Ganjar unggul dalam kelompok usia di atas 40 tahun, etnis Jawa, Madura, non-Muslim, pendidikan tinggi, kalangan petani, dan yang berpenghasilan lebih dari Rp4 juta.
Sedangkan Anies unggul pada kalangan ibu rumah tangga. Anies disebut unggul pada wilayah Sulawesi, sedangkan Prabowo di Sumatera, Jawa Barat, Bali Nusa, dan Kalimantan, kemudian Ganjar unggul di DKI, Jateng DIY, Jatim, dan Maluku Papua, dan di wilayah Banten. Data ini menunjukkan ceruk suara Ganjar dan Prabowo memiliki kesamaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









