Akurat

Ganjar Tegaskan Siap Berkompromi, Kecuali Dengan Koruptor

Arief Rachman | 30 September 2023, 18:12 WIB
Ganjar Tegaskan Siap Berkompromi, Kecuali Dengan Koruptor

AKURAT.CO Calon Presiden 2024 Ganjar Pranowo menegaskan dirinya siap bekerja sama dan berkompromi dengan siapa pun dalam berpolitik untuk membangun Indonesia ke depan. Hanya saja, ada beberapa pihak yang tak bisa dia ajak kompromi, di antaranya koruptor.

Pernyataan itu disampaikan Ganjar saat hadir dalam acara Ideafest Lead The Leap di Jakarta Convention Centre (JCC), Sabtu (30/9/2023). Hadir dalam acara itu ratusan anak muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam acara itu, Ganjar hadir sebagai pembicara dengan anak muda sebagai panelis. Mereka bebas bertanya apa saja pada Ganjar, termasuk dalam hal politik.

"Dalam politik itu kan bapak katakan harus ada kesepakatan, kompromi. Apa hal yang membuat bapak tidak akan pernah kompromi dalam politik," kata Abigail.

Baca Juga: Sinyal Hasto Lewat Pantun Sandiaga Uno Jadi Cabawapres Ganjar Yang Menarik Hati

Ganjar mengatakan, bahwa dalam politik itu ada yang dinamakan consensus, kesepakatan dalam semua keputusan yang diambil.

"Dan saya bisa bekerja sama dengan siapa pun, berkompromi dengan siapa pun demi kemanusiaan. Tapi ada syaratnya, kecuali dengan koruptor. Jika kamu tidak punya agenda antikorupsi, berarti bukan bagian dari kelompokku," tegas Ganjar.

Selain antikorupsi, Ganjar juga tidak bisa berkompromi dengan pihak yang tidak mau melayani rakyat. Sebab tugas pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada rakyat dengan mudah, murah dan cepat.

"Kalau kamu tidak mau melayani rakyat, bukan kelompok saya. Tidak boleh juga membawa isu SARA, karena kita hidup Berbhineka Tungggal Ika," ucapnya.

Baca Juga: Ikrar Ganjar Perkuat Kedaulatan Pangan Dari Era Jokowi: Mesti Diteruskan, Jaga, Percepat Dan Dukung Semuanya

Pernyatataan itu mendapat apresiasi dari ratusan anak muda yang hadir. Mereka bertepuk tangan riuh atas jawaban Ganjar yang memuaskan.

"Mendengar jawaban Pak Ganjar, membuat aku yakin beliau punya gagasan baik untuk Indonesia. Dan beliau memegang etika dan moral dalam berpolitik, tidak menggunakan cara yang tidak baik untuk meraih tujuan tertentu," kata Mia (20) seorang peserta.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.