Akurat Logo

Ladeni Fitnah, Bukan Gaya Prabowo

Atikah Umiyani | 20 September 2023, 17:11 WIB
Ladeni Fitnah, Bukan Gaya Prabowo

 

AKURAT.CO Bakal capres Prabowo Subianto enggan meladeni fitnah dan hoaks yang disebar untuk mendiskreditkannya. Prabowo lebih memilih menghadapi serangan tersebut secara elegan.

Prabowo merasa, serangan fitnah tak perlu diperhitungkan. Dirinya malah teringat pesan senior dan gurunya untuk mementahkan fitnah.

"Jadi begini, dari dulu itu saya punya guru-guru yang mengatakan kepada saya, Prabowo kalau kau difitnah itu tandanya kau diperhitungkan dan biasanya fitnah yang begitu kejam akan balik kepada orang yang menyebarkan fitnah," kata Prabowo, dalam acara "Mata Najwa On Stage: 3 Bacapres Bicara Gagasan" di Graha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (19/9/2023).

Baca Juga: Prabowo Diserang Hoaks, Dibela Jokowi

Prabowo berharap, pihak-pihak yang melempar fitnah segera sadar dan berhenti melakukan serangan. Sebab, penyebaran fitnah dalam politik menjadi cara purba yang memalukan.

Ketum Gerindra juga tak mau repot mengurusi serangan fitnah. "Jadi saya enggak pernah urus, saya serahkan kepada yang di atas saja. Mudah-mudahan yang lontarkan itu sadar, tidak usah diterus-teruskan budaya kayak begitu itu memalukan," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Disebut Tampar Wamentan, Gerindra Minta Koalisi Tidak Terpancing

Prabowo diserang fitnah dengan dinarasikan sebagai capres yang mencekik dan menampar seorang wamen dalam sidang kabinet. Soal ini, Presiden Jokowi juga telah membantahnya.

Jokowi menganggap serangan fitnah biasa diembuskan dalam tahapan menjelang pemilu. Eks Gubernur DKI dan Wali Kota Solo menilai Prabowo yang diusung sebagai capres melalui Koalisi Indonesia Maju (KIM), sebagai sosok yang sabar menghadapi serangan tersebut.

Baca Juga: Pemilu 2024 Rawan Hoaks, Bawaslu Lakukan Media Monitoring

Ketika hadir dalam pertemuan parpol KIM di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Kamis (14/9/2023), Prabowo juga menegaskan bahwa dirinya berkomitmen menerapkan politik yang santun. Tidak main keras terhadap pesaingnya, namun siap merangkul.

“Kita maunya tadi persatuan nasional, kekeluargaan, persahabatan dengan pesaing-pesaing kita pun kita anggap saudara kita, kita akan santun kita akan bersaing dengan baik,” kata dia.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.