Isu Ganjar Terlibat Kasus e-KTP Untungkan Anies Baswedan

AKURAT.CO Isu Ganjar Pranowo terlibat kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP menguntungkan Anies Baswedan. Pasalnya, sebagian masyarakat yang mengetahui kabar tersebut, memiliki kecenderungan mengalihkan suara kepada capres Anies Baswedan.
Temuan SMRC menyebutkan, jumlah pemilih yang mengetahui Ganjar pernah diperiksa KPK bahkan dihadirkan jaksa dalam persidangan perkara korupsi e-KTP, sebesar 18 persen. Sebanyak 33 persen diantaranya percaya Ganjar terlibat sedangkan 46 persen tidak percaya.
"Artinya untuk kasus ini yang bersaing ketat adalah para pemilih Anies dan pemilih Ganjar," kata Saiful Mudjani, merilis data tersebut melalui channel Youtube SMRC TV, Kamis (31/8/2023).
Baca Juga: Banyak Pemilih Belum Tahu Prabowo Pernah Dipecat TNI
Sekalipun begitu, founder SMRC tersebut menerangkan, angka yang ditemukan tidak signifikan mempengaruhi suara Ganjar. Pasalnya, jumlah yang tidak percaya jauh lebih besar dibanding yang percaya.
Berbeda dengan kasus Prabowo yang pernah dipecat dari kedinasan militer, jumlah responden dari total sampel yang diambil hampir 5000, sebanyak 46 persen yakin Presiden Habibie telah membuat keputusan tepat memecat Prabowo.
"Jadi kemungkinan kalau ada kenaikan dari 18 persen ini yang percaya dan tidak percaya, kalau itu linier, yang tidak percayanya akan lebih banyak," ujarnya.
Baca Juga: SMRC: Apabila Pengenalan Berimbang, Ganjar Ungguli Prabowo Di Head To Head
Saiful menilai, isu Ganjar terlibat kasus e-KTP memiliki tantangan tersendiri untuk dimainkan.
"karena basis percayanya kecil, itu menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang mau memainkan isu e-KTP ini. Begitu disosialisasikan mengenai e-KTP itu, tingkat kepercayaan orang dengan yang tidak percaya dengan isu tersebut, kalau linier, cenderung akan kalah dengan orang yang tidak percaya bahwa itu tidak benar," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







