AKURAT.CO, Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran dinilai sudah usang dan perlu direvisi.
Hal tersebut disampaikan oleh Menko Polhukam, Wiranto, saat menanggapi perubahan perilaku dari masyarakat khususnya dalam menggunakan teknologi digital.
Wiranto mengungkapkan bahwa UU tersebut perlu diubah agar sesuai dengan perkembangan zaman yang begitu pesat.
"UU yang mengatur kehidupan masyarakat, sekarang masyarakat sudah berubah secara cepat. Terutama perubahan teknologi komunikasi, contoh teknologi digital. Maka UU ini harus diubah dan direvisi," ungkapnya saat menghadiri acara KPI di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat, Senin (26/11/18).
Oleh karena itu, Wiranto pun mendorong agar Komisi I DPR RI segera menberikan perhatian atas masalah ini dan segera menyusun atau membuat UU Penyiaran yang baru.
"Hasil revisi ini nantinya untuk apa? untuk bisa menyesuaikan dengan dinamika masyarakat yang terus berkembang. Kalau tidak, bisa ketinggalan. UU kalau ketinggalan sudah tidak ada gunanya. Itu akan berbahaya sekali," ujarnya.
Di samping itu, Wiranto menilai, revisi UU tersebut juga nantinya pasti akan membantu Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang memang memiliki tugas yang sangat strategis.
"Karena untuk mengawasi, mengatur dan membangun satu penyiaran yang sehat, Karena penyiaran ini kan terdapat televisi, radio, bisa membangun opini publik kan. Maka salah satu tugas penting KPI agar membangun opini untuk bersatu," katanya.
Menurut Wiranto, KPI sangat berperan dalam membangun dan merawat persatuan bangsa serta merawat kerukunan nasional. Maka, Wiranto menyampaikan, salah satu tugas penting dari KPI adalah bagaimana agar siaran-siaran ini mengarah kepada opini persatuan.
"Maka tadi saya pesankan teman-teman KPI, harus mampu untuk menjaga penyiaran dengan baik. Agar tujuan untuk merawat persatuan ini tetap terjaga dengan baik," ungkapnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa 2026/27: Skor, H2H, Susunan Pemain
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana





