Profil dan Kekayaan Ahmad Sahroni yang Baru Saja Dicopot dari Posisi Wakil Ketua Komisi III

AKURAT.CO Ahmad Sahroni adalah salah satu tokoh politik Indonesia yang namanya kerap mencuri perhatian publik. Lahir di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 8 Agustus 1977, ia dikenal sebagai pengusaha sukses sekaligus politikus dari Partai NasDem. Sahroni telah dua periode menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sejak 2014, namun ia baru saja dicopot dari posisi Wakil Ketua Komisi III karena pernyataan yang kurang mengenakkan secara publik, yakni mengatakan bahwa pihak yang menyatakan aspirasi untuk pembubaran DPR adalah orang "tolol".
Selain kiprahnya di dunia politik, kekayaan Ahmad Sahroni juga sering menjadi sorotan. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024 yang ia laporkan pada 21 Februari 2025, total harta Sahroni mencapai Rp328,9 miliar.
Lantas, bagaimana perjalanan hidup seorang anak Priok yang pernah bekerja sebagai tukang semir sepatu hingga bisa menyandang status “crazy rich” sekaligus politikus berpengaruh? Berikut ulasan lengkapnya.
Kehidupan Awal Ahmad Sahroni: Dari Tukang Semir hingga Sopir
Sahroni yang akrab disapa Roni tumbuh dari keluarga sederhana. Ayah dan ibunya bekerja sebagai penjual nasi Padang di Pelabuhan Tanjung Priok. Sejak kecil, Roni sudah terbiasa mandiri dengan mencari penghasilan sendiri. Ia pernah menjadi tukang semir sepatu dan ojek payung di sekitar kawasan pelabuhan.
Pendidikan formalnya ditempuh di kawasan Jakarta Utara. Ia bersekolah di SMA Negeri Baru Cilincing (kini SMA Negeri 114 Jakarta), bahkan sempat menjabat sebagai Ketua OSIS di kelas dua SMA. Usai lulus, Roni langsung bekerja untuk membantu keluarga. Ia sempat menjadi sopir antar jemput anak sekolah, sopir perusahaan pengisian bahan bakar minyak, bahkan pernah menjadi tukang cuci di kapal pesiar asing.
Meski sempat tidak melanjutkan kuliah usai SMA, tekadnya untuk belajar tetap ada. Pada 2009, ia berhasil menyelesaikan pendidikan S-1 di STIE Pelita Bangsa, kemudian melanjutkan S-2 di Stikom InterStudi pada 2020, hingga akhirnya meraih gelar doktor Ilmu Hukum di Universitas Borobudur Jakarta pada 2024.
Karier Bisnis dan Julukan “Crazy Rich Tanjung Priok”
Sebelum terjun ke politik, Ahmad Sahroni membangun kariernya dari bawah. Berawal sebagai sopir truk, ia kemudian dipercaya menjadi staf operasional di perusahaan minyak, hingga akhirnya menduduki posisi direktur utama. Dari sinilah ia mulai mengembangkan bisnis sendiri, termasuk merambah ke sektor properti.
Kesuksesannya membuat Sahroni dijuluki “Crazy Rich Tanjung Priok”. Ia dikenal sebagai pengusaha otomotif sekaligus kolektor mobil mewah. Bahkan, hobinya di dunia otomotif membawanya menduduki sejumlah posisi penting, seperti:
-
Pendiri & Presiden Brotherhood Club Indonesia
-
Ketua Ferrari Owners Club Indonesia
-
Presiden McLaren Club Indonesia (MCI)
-
Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) periode 2023–2028
-
Wakil Ketua Umum PP Ikatan Motor Indonesia (IMI)
Karier Politik: Dari Bendahara NasDem hingga DPR RI
Perjalanan politik Sahroni dimulai saat ia bergabung dengan Partai NasDem pada 2013. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI dari Dapil DKI Jakarta III pada Pemilu 2014 dengan raihan lebih dari 60 ribu suara.
Awalnya ia duduk di Komisi XI, sebelum dipindahkan ke Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan. Sejak 2019, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Selain itu, ia juga sempat memimpin Pansus RUU Pengesahan MLA Indonesia-Swiss pada 2020 yang akhirnya disahkan, serta vokal dalam mendorong revisi UU Narkotika dan mendukung RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU PKS).
Di internal Partai NasDem, Ahmad Sahroni menjabat sebagai Bendahara Umum DPP Partai NasDem sejak 2019 hingga sekarang.
Kekayaan Ahmad Sahroni 2024
Nama Sahroni semakin populer bukan hanya karena kiprahnya di politik, tetapi juga karena kekayaannya yang fantastis. Berdasarkan LHKPN 2024 yang dilaporkan pada 21 Februari 2025, total hartanya tercatat mencapai Rp328.914.784.272.
Aset kekayaan tersebut terdiri dari:
-
Tanah dan bangunan senilai Rp139,5 miliar (19 aset tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, hingga Badung).
-
Alat transportasi dan mesin senilai Rp38,1 miliar, termasuk koleksi mobil dan motor mewah.
-
Harta bergerak lainnya senilai Rp107,7 miliar.
-
Surat berharga senilai Rp60 juta.
-
Kas dan setara kas senilai Rp78,3 miliar.
Beberapa koleksi kendaraan mewah yang dimiliki Ahmad Sahroni antara lain:
-
Porsche 911 Sport Classic tahun 2016 senilai Rp14 miliar
-
Tesla Cybertruck tahun 2024 senilai Rp4 miliar
-
Ferrari 366 tahun 2012 senilai Rp2,5 miliar
-
Porsche 9E3 RS tahun 2016 senilai Rp6,6 miliar
-
Harley Davidson Road Glide tahun 2022 senilai Rp1,6 miliar
-
Berbagai koleksi Mercedes-Benz lawas, Mustang klasik, hingga Vespa antik
Jumlah koleksi kendaraannya mencapai 28 unit mobil dan motor dengan nilai fantastis.
Kehidupan Pribadi
Ahmad Sahroni menikah dengan Feby Belinda dan dikaruniai dua orang anak. Di luar aktivitas politiknya, ia dikenal aktif dalam olahraga otomotif, golf, hingga bela diri karate.
Pada 2013, ia meluncurkan biografinya berjudul “Ahmad Sahroni: Anak Priok Meraih Mimpi” yang ditulis oleh Fenty Effendy. Buku ini mengisahkan perjalanan hidupnya dari masa kecil di Tanjung Priok hingga menjadi politikus sukses.
Penutup
Kisah hidup Ahmad Sahroni adalah contoh nyata bagaimana kerja keras, ketekunan, dan keberanian mengambil peluang bisa mengubah nasib seseorang. Dari anak pelabuhan yang pernah menjadi tukang semir sepatu, kini ia menjelma sebagai “crazy rich” Tanjung Priok dengan kekayaan ratusan miliar dan posisi penting di DPR RI serta Partai NasDem.
Dengan gaya hidupnya yang unik, kepemimpinan di politik, hingga koleksi kendaraan mewah, tak heran bila nama Ahmad Sahroni selalu menjadi sorotan publik.
Baca Juga: Ahmad Sahroni Dicopot dari Jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR Usai Sebut Rakyat 'Tolol'
Baca Juga: Anggota DPR Harus Kompeten Jawab Isu Sensitif, IPR: Bukan yang Arogan dan Provokatif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







