Akurat Logo

Uya Kuya: Artis Jadi Anggota DPR, Lebih Dekat dan Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat

Paskalis Rubedanto | 2 Oktober 2024, 20:09 WIB
Uya Kuya: Artis Jadi Anggota DPR, Lebih Dekat dan Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat

AKURAT.CO Fenomena artis yang berhasil melenggang ke Senayan terus menjadi sorotan publik.

Banyak yang mempertanyakan kapabilitas para artis yang kini resmi dilantik sebagai anggota DPR RI.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Fraksi PAN, Surya Utama alias Uya Kuya, menegaskan, keberadaan artis di parlemen justru membawa keuntungan.

Menurutnya, artis lebih dekat dengan masyarakat dan bisa menjadi jembatan yang efektif untuk menyalurkan aspirasi.

Baca Juga: Profil Pemain Serial Jangan Salahkan Aku Selingkuh di WeTV, Ada Marshanda Adu Peran dengan Giorgino Abraham!

"Kelebihan artis adalah kedekatan mereka dengan masyarakat. Masyarakat bisa lebih mudah menyalurkan aspirasinya melalui kami," kata Uya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10/2024).

Uya juga menyebut, artis memiliki platform media sosial dengan audiens yang besar, yang bisa berfungsi sebagai media pengaduan masyarakat.

Ia menawarkan media sosial para artis anggota DPR sebagai hotline pengaduan yang lebih cepat direspons.

"Artis rata-rata punya media sosial yang besar. Sosial media itu bisa dijadikan semacam hotline pengaduan. Masyarakat yang kesulitan menyampaikan aspirasinya bisa menggunakan platform ini," ujarnya.

Baca Juga: Kalender Jawa Oktober 2024 Lengkap dengan Weton dan Libur Nasional

Ia menambahkan, masyarakat sering kali merasa bingung kemana harus mengadu, dan hotline yang disediakan instansi pemerintah seringkali sulit diakses.

Dengan keterlibatan artis, Uya yakin pengaduan masyarakat bisa direspons lebih cepat.

"Mungkin kalau pengaduannya lewat artis, responnya bisa lebih cepat," pungkas Uya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.