Isu Skema Kotak Kosong di Pilkada Jakarta 2024 Ancaman bagi Demokrasi

AKURAT.CO Isu mengenai kemungkinan munculnya skema satu pasangan calon atau "kotak kosong" dalam Pilkada Jakarta 2024 mendapat perhatian serius dari anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Fahira Idris.
Senator Jakarta tersebut mengungkapkan kekhawatirannya bahwa skema kotak kosong dalam Pilkada Jakarta akan berdampak negatif pada tingkat partisipasi pemilih.
Fahira berpendapat bahwa jika hanya ada satu pasangan calon yang maju, warga Jakarta tidak akan memiliki alternatif pilihan calon kepala daerah yang berkualitas.
Baca Juga: Putrinya Stres Video Syurnya Tersebar, David Bayu Setia Dampingi
“Saya khawatir kotak kosong yang akan menang di Pilkada Jakarta, dan ini tidak sehat bagi demokrasi kita," ujar Fahira Idris kepada Akurat.co, Selasa (13/8/2024).
Fahira menegaskan bahwa mayoritas masyarakat Jakarta menginginkan Pilkada Jakarta diikuti lebih dari satu pasangan calon.
Namun, ia menyoroti bahwa partai politik yang memiliki kewenangan untuk mencalonkan sosok terbaik justru berusaha membuat skenario licik dengan hanya mengajukan satu calon saja.
"Saya ingin mengingatkan bahwa parpol punya tanggung jawab mencegah kotak kosong di Pilkada Jakarta. Parpol adalah aktor utama demokrasi," tegasnya.
Baca Juga: Dasco Tugaskan Sekjen Gerindra untuk Komunikasi dengan PKS Terkait Pilkada Jakarta
Lebih lanjut, Fahira menjelaskan bahwa meskipun skenario kotak kosong diperbolehkan oleh undang-undang, hal ini jelas merugikan proses demokrasi.
Ketika masyarakat hanya dihadapkan pada satu pasangan calon atau pilihan kotak kosong, substansi demokrasi akan hilang.
"Saya masih yakin parpol-parpol yang saat ini belum menentukan kandidatnya masih memiliki komitmen besar untuk terus merawat dan menumbuhkan demokrasi dengan mencegah kotak kosong," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 54 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 6Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






