Partai Pengusung Tak Konsisten, Anies Diprediksi Batal Maju di Pilkada Jakarta 2024

AKURAT.CO Anies Baswedan berpotensi tidak maju dalam Pilkada Jakarta 2024 karena tidak ada partai yang cukup mendukungnya hingga proses pendaftaran.
Hal ini disampaikan oleh Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio atau Hensat, merespons sikap Partai NasDem yang kemungkinan tidak akan mendukung Anies.
Hensat menyebutkan bahwa salah satu faktor lain yang menjadi penyebab adalah hasil survei terkait elektabilitas Anies yang belum pernah menyentuh angka 50 persen.
"Per hari ini enggak kaget jika partai politik akhirnya turun naik ke mas Anies, karena surveinya juga enggak sampai 50 persen, jadi pasti parpol pun menimbang-nimbang," ujar Hensat kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/8/2024).
Baca Juga: Olimpiade Paris: Pemanah India Hentikan Langkah Arif/Diananda Di Babak Perempat Final
Menurut Hensat, situasi saat ini memang tidak ideal untuk mengusung Anies. Keputusan satu partai politik untuk mendukung Anies juga akan berpengaruh pada dinamika politik di tahun 2029.
Di sisi lain, nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, juga semakin kuat di bursa Pilkada Jakarta. Hensat yakin, dorongan untuk tidak mengikutsertakan Anies dalam Pilkada Jakarta akan semakin kuat.
Menurutnya, partai-partai akan lebih leluasa bersaing di Pilkada Jakarta jika Anies tidak ikut serta.
"Saya melihat kabar Ridwan Kamil juga menguat untuk diusung di Jakarta, makanya saya katakan bisa jadi Pilkada Jakarta enggak ada Anies-nya, sehingga dari parpol juga lebih nyaman untuk bertarung di Jakarta," ungkapnya.
Baca Juga: PDIP Curiga Permintaan Maaf Jokowi Hanya Sandiwara
Sementara itu, Partai NasDem tampaknya masih setengah hati dalam mendukung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024.
Meski sudah memberi rekomendasi, namun masih ada kemungkinan Anies tidak didaftarkan.
Hal ini disinggung oleh Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, yang menyatakan bahwa rekomendasi bukanlah kepastian untuk bisa melaju di Pilkada 2024.
“Kuncian itu nanti setelah dia mendaftarkan. Jadi ini jangan kecele, rekomendasi bisa saja dikasih tapi tahu-tahu enggak didaftarin. Bisa dicabut, bisa saja tidak dilanjutkan untuk pendaftaran,” kata Sahroni kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/7/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 5Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9BGN Hentikan Permanen Operasional Empat Dapur MBG
- 10KPK Buka Peluang Penyidikan Baru Usut Dugaan Aliran Uang ke Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR





