Akurat Logo

Jelang Pilkada 2024, Gerindra Masih Galau Tentukan Nama untuk DKI Jakarta

Paskalis Rubedanto | 12 Mei 2024, 16:12 WIB
Jelang Pilkada 2024, Gerindra Masih Galau Tentukan Nama untuk DKI Jakarta

AKURAT.CO DPP Partai Gerindra saat ini belum menyiapkan nama untuk maju di Pilkada DKI Jakarta 2024, sebab masih butuh waktu untuk dicermati.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan sejumlah nama di berbagai daerah sudah disiapkan kecuali Pulau Jawa termasuk DKI Jakarta.

“Pak Prabowo sedang membidik berbagai macam tokoh pemimpin masa depan yang bisa berpotensi untuk menjadi calon pilkada baik di pulau Jawa ataupun di luar pulau Jawa.  Kemarin kami perkenalkan calon gubernur Lampung saudara Mirza Rahmat Mirzani, Ketua Partai Gerindra Lampung menjadi calon Gubernur Lampung,” ucapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (12/5/2024).

Baca Juga: Status Finalis Piala Uber 2024 Jadi Motivasi Tambahan Skuad Putri Indonesia di Thailand

Untuk di Pulau Jawa, hanya Jawa Timur yang sudah disiapkan, yakni Khofifah Indar Parwansa, dan Jawa Barat kemungkinan besar Ridwan Kamil, sedangkan DKI Jakarta dan daerah lainnya masih proses pengambilan kesimpulan.

“Kemudian nanti di Pulau Jawa, belum selesai tentang calon gubernur. Jawa Timur sudah selesai, kita fokus pada pemenangan ibu Khofifah, Jawa Tengah, Jawa Barat, termasuk DKI Jakarta. Jakarta kita perlu waktu sedikit untuk mengambil kesimpulan siapa yang akan kita majukan,” bebernya.

Ia juga menyebut nama Wali Kota Medan, Bobby Nasution, untuk Pilgub Sumatera Utara (Sumut), namun nama Bobby masih dikaji lebih mendalam dan belum diputuskan.

Baca Juga: Menjelaskan Kosakata Kekinian kepada Anak Didik, Berikut Strategi Efektif untuk Bapak dan Ibu Guru

“Sumut, ya ada beberapa nama yang sedang dikaji termasuk Bobby Nasution. Ya (salah satunya Bobby),” demikian Muzani.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.