Kubu 02 Soroti Kaitan Dana Desa dengan Majunya Cak Imin di Pilpres, PKB: Itu Pengalihan

AKURAT.CO Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda, menilai ada upaya pengalihan isu yang dilakukan kuasa hukum 02 dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).
Di mana kubu 02 menyinggung keterkaitan penyaluran dana desa oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar dengan majunya Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai cawapres di Pilpres 2024.
Dia menilai, itu sebagai upaya pengalihan karena saat itu para ahli yang dihadirkan sedang fokus membahas dugaan penyaluran bantuan sosial (bansos) Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memenangkan paslon 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di pilpres.
Baca Juga: Bansos Jokowi Disorot, Yusril Balas Sindir Penyaluran Dana Desa oleh Adik Cak Imin
"Itu displacement, itu pengalihan menurut saya, menteri kan bagaimana presidennya," kata Huda kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/4/202).
Sebelumnya, Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran, Yusril Ihza Mahendra, merasa tidak puas dengan keterangan para ahli kubu 03 dalam sidang lanjutan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).
Sebab, para ahli terlalu fokus pada dugaan politisi bantuan sosial (bansos) dengan mengaitkan relasi Presiden Joko Widodo dengan putranya yang maju sebagai cawapres, Gibran Rakabuming Raka.
"Saudara ahli, mungkin saudara ahli lebih fokus pada petahana dan kalau petahana tidak maju, orang yang disupport oleh petahana, itu bansos akan berpengaruh kepada meningkatnya dukungan terhadap petahana atau yang didukung oleh petahana dalam proses pemilihan," kata Yusril, Selasa (2/4/2024).
Dia pun menyindir ahli dari kubu 03 tersebut untuk tidak luput juga menyoroti penyaluran dana desa yang dilakukan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.
Baca Juga: Bukan Sasar Pelajar, Muhaimin Justru Fokus Tingkatkan Alokasi Dana Desa jadi Rp5 M
Menurutnya, Mendes yang memegang kontrol terhadap dana desa tersebut merupakan kakak dari Muhaimin Iskandar yang dalam pilpres ini maju sebagai cawapres dari Anies Baswedan.
"Dana desa itu Rp1 miliar per desa. Jumlah desa ini di negara kita 83.971 desa. Dan ada pendamping desa yang langsung itu di bawah kontrol Mendes. Apakah saudara ahli juga bisa melihat kaitan misalnya Mendes itu adalah kakak dari Muhaimin Iskandar," ucapnya.
Sehingga, dia meminta agar ahli yang dihadirkan kubu 03 bisa melihat persoalan dengan secara merata, bukan hanya berfokus pada bansos Jokowi yang dituding menjadi penyebab kemenangan Prabowo-Gibran di pilpres.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








