Ahmed Zaki Sorot Tingginya Angka Ketimpangan di Jakarta: Sudah Lampu Kuning, Rawan Gesekan dan Konflik Sosial
Atikah Umiyani | 28 Februari 2024, 10:28 WIB

AKURAT.CO Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar menyoroti tingginya angka ketimpangan dan kesenjangan atau gini rasio di Jakarta yang saat ini berada di urutan kedua secara nasional, yakni sebesar 0,431 per Maret 2023.
Sosok yang sudah mulai digadang-gadang untuk maju di Pilkada DKI 2024 itu menilai, tingginya angka ketimpangan di Jakarta sudah memasuki lampu kuning dan rawan akan gesekan antar masyarakat.
Hal itu disampaikan Zaki ketika membahas sejumlah persoalan Jakarta saat berbincang dalam acara Akurat Talk, dikutip dari YouTube Akuratco, Rabu (28/2/2024).
"Kalau gini rasio itu sudah di atas 0,4, itu sudah masuk ke lampu kuning sebenarnya, jadi kerawanan-kerawanan, gesekan konflik sosial masyarakat sangat tinggi," ujar Zaki.
Zaki mengatakan, persoalan yang dihadapi Jakarta tak beda jauh dengan persoalan yang pernah dia hadapi semasa menjabat sebagai Bupati Kabupaten Tangerang, yakni soal lapangan pekerjaan, pemukiman, sampai masalah banjir dan sampah.
"Jadi problematikanya hampir sama, lapangan pekerjaan, bagaimana menekan angka pengangguran yang tinggi di Jakarta, urbanisasi, kemudian tata kota, penataan kawasan pemukiman, perumahan, kemudian ya tadi, banjir, sampah, ini menjadi problem besar di Jakarta," tuturnya.
Kendati Ibu Kota Negara akan dipindahkan, Zaki menilai sejumlah masalah tersebut akan tetap menetap di Jakarta. Sebab, Jakarta tetap akan menjadi pusat bisnis dan menjadi tujuan bagi orang-orang dari seluruh wilayah Tanah Air.
Untuk mengatasi sejumlah persoalan yang dihadapi Jakarta, dia mengatakan perlunya pembangunan jangka panjang. Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu berkolaborasi dengan pemerintah pusat agar penuntasan masalah bisa lebih mudah dan cepat.
"Sebagai pusat bisnis, ya ini ke depan harus ada planning, roadmap pembangunan Jakarta yang komprehensif dan menyeluruh sampai jangka panjang dan itu harus konsisten, walaupun kita tidak bisa terlepas dari pemerintah pusat ya, ini juga harus kolaborasi dengan pemerintah pusat, karena kalau enggak, susah," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








