Akurat Logo

Dipimpin Langsung Ganjar-Mahfud, TPDK Ingin Perjuangkan Demokrasi

Paskalis Rubedanto | 19 Februari 2024, 19:35 WIB
Dipimpin Langsung Ganjar-Mahfud, TPDK Ingin Perjuangkan Demokrasi

 

AKURAT.CO Resmi dibentuk untuk investigasi kecurangan pemilu, Tim Pembela Demokrasi dan Keadilan (TPDK) Ganjar-Mahfud bertekad memperjuangkan demokrasi.

Wakil Ketua TPDK, Henry Yosodiningrat, menjelaskan, para ketua umum partai pengusung Ganjar-Mahfud menugaskan tim khusus ini harus mengkritisi kerusakan demokrasi dan penyelenggaraan Pemilu 2024.

"Dengan memperhatikan arahan para ketua umum partai pengusung maka yang diperjuangkan oleh tim khusus ini adalah demokrasi, hukum dan keadilan itu sendiri," ujar Henry dalam keterangan resmi TPN Ganjar-Mahfud, Senin (19/2/2024).

Menurutnya, arahan para ketua umum partai pengusung Ganjar-Mahfud bertujuan untuk menghasilkan kualitas demokrasi melalui Pemilu yang sangat menentukan kelangsungan masa depan bangsa. 

Baca Juga: TPN Ganjar-Mahfud Bentuk Tim Hukum Usut Dugaan Kecurangan di Pemilu 2024

"Karena itulah perjuangan yang kami lakukan adalah perjuangan untuk menempatkan kembali kedaulatan rakyat pada jalan demokrasi melalui prinsip-prinsip supremasi hukum dan keadilan," jelas Henry.

Dia mengatakan, dengan melihat strategisnya perjuangan tersebut maka tim khusus yang telah dibentuk ini akan langsung bergerak di bawah koordinasi Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. 

"Tim khusus ini memiliki beberapa divisi di mana tim hukum berperan sebagai tim ujung tombak," kata Henry. 

Dia menjelaskan, dalam menjalankan tugasnya, tim khusus diperkuat oleh pakar-pakar yang memiliki kredibilitas tinggi di bidang hukum, audit forensik IT, politik, ekonomi, sosiologi, komunikasi dan psikologi. 

Baca Juga: Relawan Ganjar-Mahfud Keluarkan Petisi Brawijaya, Tolak Hasil Pilpres 2024

Saat ini, tim khusus dan seluruh pakar sedang bekerja mengumpulkan, menyelidiki dan membuktikan adanya korelasi antara berbagai kebijakan dan langkah Presiden Joko Widodo dengan perilaku pemilih yang secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) telah menguntungkan pasangan capres tertentu secara melanggar hukum dan perundang-undangan. 

"Kami mengapresiasi antusiasme yang begitu tinggi dari para pakar, kelompok-kelompok pro demokrasi, para ahli forensik IT dan semua pihak yang banyak membantu kami dalam mengidentifikasi, menginvestigasi dan mengungkapkan berbagai kecurangan yang bersifat TSM ini," papar Henry. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.