Akurat Logo

Muhaimin: AMIN Tidak Berutang ke Siapa pun, Tapi ke Masyarakat Indonesia

Rizky Dewantara | 5 Februari 2024, 14:08 WIB
Muhaimin: AMIN Tidak Berutang ke Siapa pun, Tapi ke Masyarakat Indonesia

AKURAT.CO Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Muhaimin Iskandar, menghadiri kegiatan Istighotsa Qubro doa dan dzikir di Gedung serbaguna Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, dia menegaskan bahwa pasangan Anies-Muhaimin (AMIN) berutang kepada rakyat, bukan kepada oligarki.

"Anies-Muhaimin tidak disumbang siapa pun, tetapi disumbang rakyat," katanya di Sragen, Jawa Tengah, dikutip Antara, Senin (5/2/2024).

Dia menegaskan, AMIN berdiri di atas kaki sendiri, sehingga tidak ada aspirasi dari segelintir orang, namun yang ada adalah aspirasi masyarakat Indonesia.

"AMIN menang tidak berutang kepada siapa-siapa, tetapi kepada masyarakat Indonesia," katanya menegaskan.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan hal itu berdasarkan pengalaman panjangnya selama lima periode mengikuti Pemilu di Indonesia.

Baca Juga: Pakar BRIN Prediksi Debat Keempat Akan Jadi Panggung Muhaimin dan Mahfud

"Kami tidak punya ikatan sama sekali dengan pihak-pihak manapun, karena kami punya pengalaman panjang, dari berbagai koalisi, dari berbagai calon presiden yang kami dukung," ungkapnya.

Dia pun mengucapkan terima kasih untuk bantuan dari berbagai kalangan relawan, yang telah bekerja keras untuk memenangkan pasangan AMIN.

"AMIN ini bertekad hanya mengabdi kepada satu, yaitu rakyat," katanya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024, yakni pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md nomor urut 3.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.