3 Jurus Jitu Ganjar-Mahfud Tekan Angka Pengangguran di Indonesia

AKURAT.CO Isu pengangguran menjadi masalah yang masih belum terselesaikan dan mesti dihadapi untuk menjawab tantangan bonus demografi. Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menjelaskan jurus jitu dalam mengentaskan pengangguran di Indonesia.
Bersama pasangannya Mahfud MD, Ganjar menekankan persoalan pengangguran di Indonesia dapat teratasi dengan sejumlah cara.
Pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan pemerataan dan kemudahan mengakses pendidikan, khususnya bagi kalangan pra-sejahtera.
Baca Juga: Jokowi Akui Kabinet Terbelah, Biasa Saja dan Tak Perlu Dibesar-besarkan
Penurunan jumlah keluarga miskin harus menjadi tindakan afirmatif. Karenanya, Ganjar bersama Mahfud MD mengusung Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana, serta membuka 17 juta lapangan kerja baru.
Hal ini diungkapkan Ganjar usai menghadiri acara Hajatan Rakyat Tuban di Lapangan Watu Gajah, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (2/2/2024).
"Pengangguran? Satu kapasitasnya ditingkatkan, maka kenapa kemudian akses pendidikan harus murah, harus gampang. Maka untuk yahg miskin musti kita berikan prioritas," jelas Ganjar saat menyapa masyarakat sambil menerobos hujan di Tuban.
Baca Juga: Selain Gawai, Ternyata Akun Medsos dan Email Aiman Witjaksono Juga Disita Polda Metro Jaya
Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) angka pengangguran di Indonesia mencapai 7,86 juta orang per Agustus 2023 atau setara dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 5,32 pesen dari total 147,71 juta angkatan kerja.
Kedua, memberikan pendampingan serta ruang-ruang kepada masyarakat untuk mengembangkan potensi diri.
Dalam hal ini, Ganjar-Mahfud juga akan menawarkan kemudahan kepada para pengusaha baru seperti permodalan, izin usaha, serta jaminan hukum sehingga perekonomian semakin menggeliat.
Terakhir, membuka lebar ruang investasi dengan mendapat dukungan penegakan dan kepastian hukum yang baik.
Baca Juga: 3 Solusi Treatment Populer untuk Tubuh Ramping dan Ideal
"Yang kedua menciptakan lapangan kerja dengan cara satu mengundang investasi, "ease of doing bussiness" musti betul-betul dilaksanakan. Menciptakan enterpreneur baru, enterpreneur baru inilah yang musti didorong kepada anak-anak muda generasi muda kalau dia tidak bisa menjadi pegawai ya menjadi pengusaha. Kolaborasi dilakukan fasilitas dilakukan oleh pemerintah," pungkas dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 7Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9Kunjungi Pindad, Ketua MPR Dorong Penguatan Industri Pertahanan Nasional
- 10Prabowo Minta Mafia dan Kartel Haji Diberantas, Dorong Audit Forensik Keuangan








