Akurat Logo

Sentil Gibran, Puan Pertanyakan Etika Anak Muda

Roni Anggara | 22 Januari 2024, 19:33 WIB
Sentil Gibran, Puan Pertanyakan Etika Anak Muda

AKURAT.CO Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengeluhkan aksi cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming, pada debat keempat Pilpres 2024. Aksi Gibran yang melecehkan lawan debat dianggap tidak beretika.

Puan meminta anak muda harus menjaga budaya sopan santun dan etika ketimuran. Anak muda, sebagai tulang punggung bangsa, diharapkan memiliki prilaku yang sesuai dengan kepribadian bangsa, tidak semena-mena.

"Etika dan perilaku sopan santun anak muda kepada yang lebih tua itu penting sekali sebagai orang Indonesia. Jangan semena-mena, adab ketimuran di Indonesia harus tetap dijaga," kata Puan, ketika bertemu dengan kader dan anggota sayap PDIP Sumenep di Islamic Center Bindara Saod Sumenep, Jatim, Senin (22/1/2024).

Baca Juga: Pemilih Pemula Sayangkan Performa Gibran

Tingkah polah Gibran pada debat cawapres menjadi sorotan karena menunjukkan perangai menantang dan melecehkan. Tidak hanya secara verbal, tetapi secara gestur, terhadap lawan debat dari kandidat cawapres nomor urut 1 maupun nomor urut 3.

Menurut Puan, sikap saling menghormati penting ditunjukkan tanpa memandang usia. Dalam seluruh bidang, hal ini mutlak diterapkan, sekalipun terdapat perbedaan jabatan atau level secara struktural.

Puan juga meminta para kader untuk dewasa dalam berpolitik, dan tidak mudah terprovokasi mencermati dinamika ke depan. Kader juga diminta tidak terpengaruh atas klaim-klaim partai lain terhadap kinerja pemerintah.

Baca Juga: Pesan Ade Armando ke Hasto: Jangan Pernah Sepelekan Gibran

"Di jalan banyak baliho yang mengklaim partai anu adalah Jokowi. Apa iya? 10 tahun bersama kita saja enggak dianggap keluarga. Ini baru sebentar udah mengaku paling dekat," selorohnya.

"Politik itu kawan bisa jadi lawan, lawan bisa jadi kawan. Tapi ya ojo ngono, etika itu ada," lanjut Puan.

Dia meminta para kader tidak takut menghadapi dinamika ke depan. "Kita bukan lebih hebat, tapi kita lebih banyak. Se-Indonesia itu kita paling banyak. Keluarga besar PDIP. Mereka khawatir sama kita," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.