Akurat Logo

Pengancam Anies Pakai Foto Profil Prabowo, TKN: Jangan Jadikan untuk Memfitnah

Atikah Umiyani | 14 Januari 2024, 13:55 WIB
Pengancam Anies Pakai Foto Profil Prabowo, TKN: Jangan Jadikan untuk Memfitnah

AKURAT.CO Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Habiburokhman menegaskan bahwa pelaku pengancaman terhadap capres nomor urut 1, Anies Baswedan, tidak terkait dengan pasangan calon nomor urut 2. 

Setelah ditelusuri, Habiburokhman memastikan bahwa pemilik akun TikTok @calonistri71600 yang berinisial AWK (23) bukan bagian dari kader maupun tim pemenangan Prabowo-Gibran. Walaupun akun yang digunakan pelaku menggunakan foto profil Prabowo.
 
"Bisa saja orang siapa pun yang mengambil nama atau foto Pak Prabowo, kami tidak bertanggung jawab atas apa yang dilakukan (pelaku) karena itu terjadi secara hukum ya tidak ada kaitannya," kata Habiburokhman saat konferensi pers di Media Center TKN, Jakarta, Sabtu (13/1/2024). 

 
Habiburokhman menilai, di era digital seperti saat ini membuat akses terhadap teknologi informasi semakin mudah, termasuk dalam mengakses foto-foto seseorang. 
 
Karena itu menurut dia, pemasangan foto Prabowo di profil akun media sosial TikTok milik pelaku, tidak bisa begitu saja diasumsikan sebagai bagian dari pendukung Prabowo-Gibran. 
 
"Bisa saja itu orang yang gak suka kepada Pak Prabowo lalu melakukan tindak dengan seolah mencantumkan foto Pak Prabowo," kata dia. 
 
Lebih lanjut politikus Gerindra ini mengaitkan kasus tersebut dengan teori Kuda Troya, yakni kemungkinan adanya seseorang yang menyamar sebagai bagian dari kelompok tertentu dengan maksud untuk menjatuhkan musuh. 
 
 
"Peristiwa ini jangan dijadikan untuk memfitnah pihak tertentu, karena gampang memverifikasi sebuah peristiwa pidana itu gampang, tangkap pelakunya ditanyakan apa motifnya kapan dilakukan akan terungkap secara jelas," katanya. 
 
Habiburokhman kemudian mengimbau masyarakat, terutama pendukung paslon nomor urut 2 untuk lebih berhati-hati dalam bermedia sosial. Ia mengingatkan publik agar tidak mudah meluapkan emosi, apalagi menulis kalimat-kalimat bernada ancaman. 
 
"Kami serukan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam bermedia sosial. Perbedaan sebesar apa pun jangan dijadikan alasan untuk meluapkan emosi yang akhirnya kontraproduktif," pungkasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.