Akurat Logo

Kedekatan Zulhas dengan Jokowi Perkuat Elektabilitas PAN

Arief Rachman | 10 Januari 2024, 16:49 WIB
Kedekatan Zulhas dengan Jokowi Perkuat Elektabilitas PAN

AKURAT.CO Elektabilitas PAN berdasarkan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) terbaru tetap kokoh diurutan keenam dari 18 parpol peserta Pemilu 2024.

Tidak bergesernya PAN dari posisi partai papan menengah tersebut menurut Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah salah satunya karena kedekatan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo.

"Posisi PAN menarik, karena konsisten berada diurutan keenam disaat beberapa parpol lainnya mengalami penurunan elektabilitas yang cukup signifikan, artinya ada faktor yang cukup berpengaruh pada tren tersebut, nah untuk PAN salah satu faktornya karena kedekatan Zulhas dengan Presiden Jokowi," ungkap Dedi, Rabu (10/1/2024).

Baca Juga: Mencekam! Stasiun TV di Ekuador Dijajah Kelompok Bersenjata Saat Siaran Langsung

Dedi menerangkan, dari perbandingan survei IPO periode 1-7 Januari 2024 dengan 10-17 November 2023, beberapa partai politik mengalami penurunan elektabilitas yang cukup siginifikan.

Nasdem dari 7,9 persen menjadi 5,7 persen, Gerindra dari 16,5 persen menjadi 15,3 persen, Partai Kebangkitan Bangsa dari 9,4 persen menjadi 9,2 persen, Partai Golkar dari 9,2 persen menjadi 9,0 persen, Partai Nasdem dari 7,9 persen menjadi 5,7 persen, PKS dari 5,8 persen menjadi 5,0 persen, Perindo dari 4,1 persen menjadi 3,7 persen.

"Sementara PAN meskipun menurun, tapi tidak cukup siginifikan dari 6,4 persen menjadi 6,1 persen. Menurut saya PAN cukup kuat mempertahankan posisinya diurutan tengah," terangnya.

Baca Juga: Malaysia Open: Kalahkan Duet Jepang Dua Set Langsung, Hendra/Ahsan ke Putaran Kedua

Selain itu, keberhasilan PAN juga turut dipicu oleh kepiawaian Zulhas dalam memanfaatkan setiap momentum politik, seperti iklan di media televisi.

"Dari popularitas karena iklan di televisi, PAN berada diurutan kedua dengan poin 43,1 persen, membayang-bayangi PDI Perjuangan dengan 51,1 persen, sementara Gerindra hanya diurutan ketiga dengan poin 36,6 persen," pungkasnya.

Untuk diketahui, survei skala nasional tersebut berlangsung pada 1-7 Januari 2024 dengan jumlah responden 1.200 orang

Metode yang digunakan wawancara tatap muka dengan tingkat kesalahan (margin of error/MoE) 2,5 persen, tingkat akurasi data 95 persen.

Setting pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sampel bertingkat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.