Jokowi Kritik Debat Capres, Selanjutnya Harus Lebih Berkualitas

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo mengkritik debat capres ketiga yang menurutnya banyak mengeluarkan kritik menyerang personal.
Sependapat dengan Jokowi, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut perlunya peningkatan kualitas pada ajang debat keempat dan kelima yang akan datang.
"Tetapi, kami juga sependapat bahwa ke depan debat harus ditingkatkan kualitasnya sebagaimana Bapak Presiden sampaikan," katanya di DPP PDIP, Jakarta, Senin (8/1/2024).
Hasto menjawab awak media menyikapi pernyataan Presiden Jokowi yang menganggap debat capres pada Minggu (7/1/2024) kemarin tidak mengedukasi.
"Dari media, baik sosial media dan media mainstream, debat menunjukkan suatu peningkatan kualitas. Misalnya kita lihat, apakah puas, kemudian bagaimana penilaian kandidat, saya kira Presiden Jokowi akan mengikuti," ujarnya.
Menurut Hasto, debat yang baik bisa terlaksana jika ada sesi di mana para pasangan capres dapat memberikan gagasan secara lengkap dengan waktu yang panjang.
"Bagaimana cara agar debat berkualitas dan ada edukasi? Maka kita harus membuka satu sesi untuk memberikan suatu peluang di dalam pengertian penyampaian gagasan yang sebenar-benarnya," lanjutnya.
Di sisi lain , berharap KPU selaku penyelenggara pemilu bisa memperhatikan pernyataan Jokowi agar pelaksanaan debat capres diperbaiki ke depan.
"Jadi, apa yang disampaikan Pak Presiden Jokowi, oleh KPU selaku penyelenggara pemilu harus ditangkap dengan sebaik-baiknya. Agar ke depan fungsi edukasi ini dan penajaman gagasan juga bisa ditingkatkan sebaik-baiknya," jelas politisi kelahiran Yogyakarta itu.
Hasto lantas berbicara pelaksanaan debat keempat yang akan diikuti oleh para cawapres. Dia berharap perbaikan antara kandidat sudah terjadi tanpa muncul pertanyaan bernuansa singkatan.
"Pada 21 Januari akan dilakukan debat antara cawapres. Nah, harapan Pak Jokowi kami harapkan bisa betul-betul diwujudkan nanti. Fungsi edukasi itu bisa dilakukan, sehingga tidak ada lagi pertanyaan singkatan-singkatan karena rakyat yang jadi orientasi dalam debat itu," kata Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud itu.
Baca Juga: Usai Debat Capres, Instagram Prabowo Dibanjiri Simpati Netizen: Jadilah Tinggi Tanpa Menjatuhkan
Sebelumnya, Presiden Jokowi menganggap debat capres ketiga tidak edukatif lantaran banyak serangan bersifat personal.
Menurut dia, serang menyerang wajar dalam ajang debat asalkan seputar kebijakan atau visi misi dan bukan urusan personal.
Jokowi juga menyarankan ada perbaikan format debat agar pelaksanaan sawala kandidat Pilpres 2024 selanjutnya bisa memuat sisi edukatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 7Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9KPK Pantau Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
- 10Kunjungi Pindad, Ketua MPR Dorong Penguatan Industri Pertahanan Nasional







