Jokowi-Prabowo Makan Malam, Ganjar-Imin Singgung Netralitas

AKURAT.CO Makan malam tertutup yang dilakukan Presiden Jokowi-Prabowo Subianto pada Jumat (5/1/2024) malam disikapi capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, dan cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Keduanya mengingatkan pentingnya netralitas.
Imin meminta Jokowi untuk menjaga nama baik pada ujung berakhirnya pemerintahan periode kedua. Dirinya mengingatkan pentingnya Jokowi menjaga netralitas jelang hari pencoblosan, 14 Februari 2024.
"Kita harus ingatkan terus-menerus, jangan sampai prestasi-prestasinya terganggu dengan ketidaknetralan," kata Imin, di Jombang, Jatim, Sabtu (6/1/2024).
Baca Juga: Sikapi Jokowi Makan Malam Bersama Prabowo, Ganjar: Sudah Jelas Keberpihakannya
Menurut Imin, pertemuan kedua tokoh kalau diartikan dengan relasi antara presiden dengan pembantunya yang maju pilpres, boleh jadi biasa-biasa saja. Namun tidak berlebihan pula kalau Jokowi juga diingatkan.
"Nanati kita awasi bersama lah, tetapi kita tidak bisa melarang menteri sama presiden ketemu. Rakyat yang menilai," ujar Ketum PKB.
Secara terpisah, Ganjar juga mengungkapkan hal yang senada. Gubernur Jateng dua periode menganggap pertemuan Jokowi-Prabowo biasa saja, namun menggambarkan pilihan politik Kepala Negara.
Baca Juga: Selepas Makan Malam Bersama Prabowo, Jokowi Jalan Pagi dengan Airlangga
Dia menilai pertemuan keduanya sudah cukup menegaskan sikap Jokowi. Namun yang perlu diperhatikan, pilihan politik Jokowi tidak sampai mengganggu asas jurdil dalam Pemilu 2024.
Ganjar malah meminta Jokowi menyampaikan pernyataan terbuka terkait sikap politik. Langkah tersebut diyakini bisa menekan potensi kecurangan.
"Malah lebih baik kalau ditegaskan bahwa ya saya berpihak, yang penting tidak akan ada penyalahgunaaan kewenangan, kekuasaan, sehingga semua akan bisa fair play, jurdil," kata Ganjar, di Pulogebang, Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





