Akurat Logo

Jargon 'Pemilu Damai Pemilih Pandai', KGG: Penentu Masa Depan Indonesia

Sri Agustina | 4 Januari 2024, 14:42 WIB
Jargon 'Pemilu Damai Pemilih Pandai', KGG: Penentu Masa Depan Indonesia

AKURAT.CO Tantangan geopolitik yang muncul dalam era globalisasi, menjadi faktor yang sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kebijakan investasi di seluruh dunia.

Juru bicara (Kancane Gibran Gaes) KGG, Imelda Yuniati menilai 'Pemilu Damai Pemilih Pandai' adalah sebuah gerakan yang dapat memberikan literasi bagi para calon pemilih di Pemilu 2024 mendatang.

“Seperti perang dagang antara dua kekuatan besar Amerika Serikat dan Tiongkok, pasti berdampak pada sektor ekonomi dan investasi Indonesia,” ujar Imelda dalam keterangannya dikutip Selasa (2/1/2024).

“Semua itu dapat menjadikan kawasan tidak aman, sehingga tidak kondusif untuk investasi jangka panjang,” lanjutnya.

Baca Juga: BNI Raih Pertumbuhan Kredit dan Laba Signifikan di Tengah Gejolak Makro Ekonomi dan Geopolitik, Ini Rahasianya

Sosok pemimpin juga harus mampu mengubah ancaman dan tantangan geopolitik internasional ini menjadi manfaat bagi bangsa dan negara.

Gerakan moral Pemilu Damai Pemilih Pandai atau #PDPP yang lahir dari rahim demokrasi Indonesia menjadi sangat penting.

“Pemilu damai hanya dapat terwujud jika semua pemangku kepentingan mau berpartisipasi membentuk pemilih pandai. Begitu juga dengan masa depan Indonesia di dunia internasional, sama-sama ditentukan oleh pemilih pandai," ucapnya.

Baca Juga: Paham Masalah Geopolitik, Prabowo Terpandang Di Mata Dunia

Sosok pemimpin seperti itu, lanjutnya, ada pada sosok Prabowo Subianto.

“Prabowo Subianto adalah pilihan paling ideal demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sedangkan Gibran Rakabuming Raka menjadi pasangan ideal bagi Prabowo Subianto karena mewakili golongan muda sebagai generasi penerus Indonesia dalam menuju Indonesia Emas,” ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sri Agustina
R