Elektabilitas Ganjar Teratas, Politisi PDIP Yakin Roy Morgan Poll Objektif

AKURAT.CO Politisi PDI Perjuangan, Gilbert Simanjuntak menilai, lembaga survei asing, Roy Morgan Poll memiliki objektivitas yang tinggi dalam melakukan survei elektabilitas capres yang bersaing di Pilpres 2024.
Pasalnya, hasil Roy Morgan sangat berbeda dengan hasil dari sejumlah lembaga survei yang ada di Tanah Air. Dimana, capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo punya elektabilitas tertinggi, yaitu 38 persen.
Kemudian diikuti oleh Prabowo Subianto dengan elektabilitas 30 persen, dan Anies Baswedan tetap berada di posisi paling buncit dengan elektabilitas 25 persen.
"Tentu akan terlihat aneh, saat lembaga survei dalam negeri beda dengan lembaga survei asing. Mereka mendapat dana untuk survei tersebut, tetapi secara akal sehat lembaga survei asing lebih mungkin bersifat objektif dan bukan dari dalam negeri," kata Gilbert kepada Akurat.co, Sabtu (16/12/2023).
Baca Juga: Masyarakat Papua Tengah Antusias Sambut Kedatangan Gibran
Gilbert menilai, hasil yang dikeluarkan Roy Morgan Poll lebih akurat karena melibatkan responden yang lebih banyak. Bahkan, mencapai dua kali lipat dari jumlah responden yang biasa digunakan oleh kebanyakan lembaga survei dalam negeri.
"Hal mencolok adalah jumlah subjek mereka 2635, dua kali lipat survei lain. Mirip dengan Charta Politika. Keduanya mendapat hasil yang mirip, Ganjar-Mahfud nomor urut 3," kata dia.
Gilbert kemudian menyoroti hasil survei yang dikeluarkan Litbang Kompas, dimana Prabowo berada di posisi puncak dengan elektabilitas 39,7 persen, Ganjar 18 persen, dan Anies 17,4 persen.
Gilbert menyadari ada selisih dua bulan dalam pengambilan sampel antara Roy Morgan Poll dengan Litbang Kompas. Namun, ia merasa heran karena hasil yang dikeluarkan berbeda dan terkesan sangat jomplang antara Prabowo dengan Ganjar.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Penyempurna Pembangunan Indonesia Warisan Jokowi
"Di survei Kompas, hasilnya terlalu jauh atau jomplang, tetapi sampel atau subjek Kompas setengah dari Charta dan Roy Morgan dengan tingkat kepercayaan yang lebih rendah atau kurang akurat karena sampel lebih kecil," ucapnya.
Gilbert menduga, perbedaan hasil ini disebabkan oleh perbedaan sumber dana antara Roy Morgan dan Litbang Kompas. Ia tetap meyakini, hasil survei Roy Morgan lah yang lebih akurat.
"Secara umum bisa dikatakan, bahwa saat lembaga survei berbeda sumber dana, dan subjek yang dua kali lipat (akurasi lebih tinggi) dan pemilih ngambang kecil, maka hasilnya Ganjar-Mahfud yang menang telak," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini








