Akurat Logo

Ray Rangkuti: Pemilu 2024 Paling Buruk

Paskalis Rubedanto | 15 Desember 2023, 19:41 WIB
Ray Rangkuti: Pemilu 2024 Paling Buruk



AKURAT.CO Pengamat politik yang juga aktivis 1998, Ray Rangkuti, sudah berani menyimpulkan Pemilu 2024 menjadi paling terburuk sepanjang tujuh kali gelaran pesta demokrasi yang disorotinya. Ray mendasarkan argumennya pada kinerja KPU dan Bawaslu.

Ray mengaku sudah memonitor gelaran pemilu sejak Pemilu 1997, dan baru kali ini ada perubahan terjadi di tengah tahapan pemilu namun tak terakomodasi dalam Peraturan KPU (PKPU). Bawaslu juga dianggap mati angin melakukan pengawasan kepada mitra maupun kontestan pemilu.

“Saya terlibat pemilu dari 1997, 1999, 2004, 2009, 2014, 2019 dan sekarang Pemilu yang ke-7. Dan apa yang bisa saya tarik? Pemilu ke-7, 2024 ini paling jelek kualitasnya,” kata Ray, dalam diskusi bertajuk “Ilusi Pemilu dan Demokrasi: Berpolitik, Bernegara, Berkonstitusi" yang digelar di Kantor Para Syndicate, Jakarta, Jumat (15/12/2023).

Baca Juga: Apa Itu Election Stress Disorder? Gejala Stres Akibat Berita Menjelang Pemilu

Menurutnya, perubahan aturan pada tahapan pemilu yakni, putusan MK nomor 90 yang memberi lampu hijau untuk Gibran Rakabuming maju merupakan indikator utama. Belum lagi adanya perubahan tema debat yang mulanya sempat diwacanakan cukup dengan memaparkan visi-misi bahkan meniadakan sesi debat cawapres.

“Ada aturan yang diubah di tengah jalan, ketentuan (syarat capres-cawapres) soal MK, yang kedua ada format debat yang ingin diubah-ubah, untuk disesuaikan dengan keperluan dan kepentingan paslon tertentu. Yang ketiga Bawaslunya enggak bisa ngapa-ngapain, KPU nya belum apa-apa sudah disanksi berat oleh DKPP, karena dianggap begini-begini,” keluh Ray.

Ray menyoroti adanya dua PKPU yang bertentangan namun sama-sama dilaksanakan. PKPU tersebut mengatur syarat capres-cawapres yang berkaitan dengan putusan MK. Hingga kini, PKPU tersebut digugat di PTUN Jakarta.

Baca Juga: Lirik Lagu Jingle Pemilu 2024 Dengan Judul Memilih Untuk Indonesia Oleh Cokelat, Diputar Saat Debat Capres!

Direktur Eksekutif Lima Indonesia juga menyoroti tidak adanya isu yang dimunculkan sebagai gagasan utama kontestan Pilpres 2024 dalam merebut simpati publik. Padahal banyak isu yang bisa dimunculkan dan menjadi bahan dialektika sebagaimana pemilu-pemilu terdahulu.

“Ini yang saya bilang pemilu paling buruk kualitasnya, setelah pemilu di zaman orde baru. Nah, yang lain adalah, dari sepanjang perhelatan di luar itu tidak adanya wacana yang dimunculkan, 2014 meskipun kita berhadapan dengan isu tentang dinasti, tapi ada perdebatan antara identitas, perdebatan dengan politik identitas dan tidak identitas itu kuat sekali,” bebernya.

Debat capres yang belum lama digelar KPU, lanjut Ray, juga tidak mengahdirkan peristiwa ikonik sebagaiman pemilu sebelumnya. Tak ada gagasan yang muncul dan diperbincangkan publik kecuali gimmick tak perlu.

Baca Juga: Kawal Pemilu 2024, Panglima TNI-Kapolri Unjuk Kekompakan

“Tapi sekarang berdebat gaya, cara, bagaimana joget dilakukan. Sayang sekali, sayangnya forum debat itu tidak dioptimalkan oleh salah satu paslon,” ujarnya.

Gaya kampanye juga tak luput dari sorotan Ray, yang membuatnya tak ragu menyimpulkan kualitas Pemilu 2024. Dia mempertanyakan gaya kampanye capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo-Gibran yang mengembuskan program membagikan susu dan makan siang gratis.

“Yang namanya kampanye jual ide bukan jual makan siang dan minum susu. Yang disebut dengan kampanye itu anda keluarkan gagasannya seperti apa, apa pikirkan masa depan, apa yang anda tawarkan kepada rakyat selama 5 tahun, bukan diam, atau ketika bergerak makan siang dan minum susu, atau berbicara salah ngomong menjadi asam sulfat, bukan itu kampanye,” kritik Ray.

Baca Juga: Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran KPU Soal Kebocoran Data DPT Pemilu 2024

Ray mengingatkan kampanye merupakan kegiatan yang bermakna para paslon menawarkan program, kemudian mempersilakan masyarakat untuk mengeritisi, memikirkan dan merasionalisasi gagasan-gagasan paslon.

“Kampanye itu kegiatan untuk saling menguji, anda tawarkan kepada masyarakat, ini lho program kami, silahkan dikritisi, dipikirkan, dirasionalisasi, kalau anda setuju pilihlah saya, kalau enggak setuju enggak usah pilih saya,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.