Akurat Logo

Siapkan Banyak Jurus, Amin Klaim Kuasai Pulau Jawa

Citra Puspitaningrum | 23 Oktober 2023, 19:08 WIB
Siapkan Banyak Jurus, Amin Klaim Kuasai Pulau Jawa

AKURAT.CO Pasangan capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) mengklaim sudah menguasai Pulau Jawa. Cawapres Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bahkan mengaku sudah menyiapkan banyak jurus untuk memenangi kontestasi Pilpres 2024.

Salah satu strategi yang digunakan yakni, memaksimalkan basis massa di Pulau Jawa. Amin malah optimistis, meraup banyak suara di Jawa.

"Pokoknya semua strategi kita pakai, yang penting Amin menang di Jawa," ujar Imin usai memimpin Apel Santri pada Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, sebagaimana keterangan tertulis, yang diterima di Jakarta, Senin (23/10/2023).

Baca Juga: Cak Imin Anggap Mahfud-Gibran Bukan Lawan Berat

Imin yang juga Ketum PKB optimistis lantaran partainya termasuk jawara di Jatim. Sementara di Jateng, suara PKB juga tinggi karena menempati peringkat kedua, sebagaimana hasil Pemilu 2019.

"PKB kan sudah menjadi juara satu di Jawa timur, juara dua di Jateng, tinggal menggeser sedikit tinggal menggeser sedikit jadi juara satu pileg, menjadi juara satu pilpres," ujarnya.

Baca Juga: Pascapendaftaran, Pengamat: Ganjar-Mahfud Menguat, Anies-Imin Stagnan, Prabowo Masih Tunggu Cawapres

Menurutnya, dengan menguasai Pulau Jawa, maka kemenangan sudah bisa dipastikan.

"Apalagi luar Jawa, lebih gampang," ucapnya.

Baca Juga: Pasca Deklarasi Anies-Imin, Ganjar Makin Kokoh Di Jawa Timur

Kehadiran Mahfud MD dan Gibran Rakabuming Raka, yang meramaikan bursa pilpres. tak membuat gentar pasangan Amin. Dia menyakini pasangan yang diusung PKB, Nasdem dan PKS itu akan keluar sebagai pemenang.

"Dari dulu NU tidak pernah khawatir dengan perbedaan pilihan, perbedaan pendapat. yang penting PKB solid," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.