Sejauh Mana Politik Dinasti Terhadap Demokrasi RI? Pertanyaan Ini Muncul Usai Gibran Bisa Nyapres
Ramadhan LQ | 19 Oktober 2023, 08:00 WIB

AKURAT.CO Ramai soal Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka digadang-gadang punya pintu masuk menjadi cawapres di Pilpres 2024.
Pintu masuk untuk Gibran tercipta karena putusan Mahkamah Konstitusional (MK) yang memutuskan batas usia capres dan cawapres minimal 40 tahun, kecuali jika sudah pernah menjabat sebagai kepala daerah.
Dengan putusan MK terbaru ini, banyak kalangan masyarakat Indonesia yang berpendapat bahwa masuknya Gibran akan menjadi babak baru politik dinasti di Indonesia.
Lalu, mengapa banyak masyarakat yang resah dengan kehadiran dinasti politik di Indonesia?
Secara undang-undang, adanya dinasti politik diperbolehkan. Tetapi di sisi lain, dinasti politik memiliki banyak dampak negatif jika terus berjalan di Indonesia dan banyak penguasa yang menjalankannya.
Dampak dinasti politik terhadap demokrasi Indonesia
Mengutip dari beberapa sumber, dinasti politik dapat melanggengkan kekuasaan segelintir orang.
Hal ini disebabkan praktik dinasti poltik banyak yang mengutamakan popularitas da kekayaan dibandingkan kapabilitas politisi yang lain.
Sehingga fenomena ini menciptakan sistem kekuasaan dan hak istimewa bagi seseorang dengan latar belakang keluarga politik dan mempersempit kesempatan individu yang memiliki kapabilitas namun di luar keluarga politik.
Praktik dinasti politik cenderung membuka celah terjadinya korupsi dan nepotisme yang berujung penyalahgunaan kekuasaan.
Hal ini dapat terjadi dikarenakan sistem dinasti poltiki yang mengutamakan hubungan pribadi dan melemahnya kontrol kekuasaan dan tidak efektif.
Hal ini juga menghambat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan kemiskinan yang parah.
Jika posisi politik di Indonesia terus menerus didominasi oleh anggota keluarga politisi yang sama, maka sejalan dengan sistem pemerintahan di Indonesia.
Sistem pemerintahan di Indonesia menggunakan sistem presidensial, bukan sistem monarki yang memilih pemimpin berdasarkan garis keturunan sebelumnya.
Demi keberlangsungan nilai-nilai demokrasi di Indonesia diperlukannya partisipasi aktif dari seluruh masyarakat dalam mengawasi aktivitas politik. Sehingga praktik dinasti politik di Indonesia dapat diselesaikan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 7Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9KPK Pantau Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
- 10Kunjungi Pindad, Ketua MPR Dorong Penguatan Industri Pertahanan Nasional









