Belum Kampanye, Bawaslu Minta Peserta Pemilu Tahan Diri

AKURAT.CO Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta seluruh peserta pemilu untuk tidak muncul di televisi atau radio sebelum tahapan kampanye dimulai.
Kampanye sendiri baru akan dimulai pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024 mendatang.
Menurut Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, sebelum masa kampanye dimulai, semua peserta pemilu hanya diperkenankan untuk melakukan sosialisasi.
Bentuk sosialisasi yang dilakukan tentunya dengan tidak melanggar peraturan yang berlaku pada Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye.
"Kami minta seluruh peserta pemilu yang akan mencalonkan bacapres ke depan, pendaftaran bacapres masih bulan depan. Agar menahan diri untuk tidak melakukan sosialisasi melalui frekuensi publik salah satunya media elektronik," jelasnya, Rabu (13/9/2023).
Bagja mengatakan, tayangan azan di televisi yang memunculkan sosok salah satu bakal capres sebetulnya tidak diperkenankan. Oleh sebab itu, Bawaslu bakal menyurati partai politik untuk tidak melakukan hal serupa.
"Berdasarkan hal tersebut maka sosialisasi yang dilakukan di frekuensi publik itu menurut PKPU 15 itu tidak bisa diperkenankan. Itu yang menjadi bahasan kita bersama di Bawaslu," ujarnya.
Lebih lanjut, Bagja mengungkapkan, dalam menyikapi sosialisasi yang dilakukan peserta pemilu melalui frekuensi publik Bawaslu bakal menyurati partai politik untuk tidak lagi melakukan tindakan tersebut.
"Kepada partai politik kita akan berikan surat imbauan bahwa sekarang untuk menahan diri karena tidak ada sosialisasi seharusnya frekuensi publik, kecuali PKPUnya berubah," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







