Akurat Logo

SMA Unggul Garuda Transformasi Buka Akses Siswi Kuliah di Luar Negeri

Moehamad Dheny Permana | 9 November 2026, 00:01 WIB
SMA Unggul Garuda Transformasi Buka Akses Siswi Kuliah di Luar Negeri
Siswi SMAN 28 Jakarta, Fauziah Rachma Anjani, mewujudkan mimpi kuliah di luar negeri lewat Program SMA Unggul Garuda Transformasi. - Foto: Bakom RI

AKURAT.CO Siswi Kelas 12 SMAN 28 Jakarta, Fauziah Rachma Anjani (18), sempat memendam mimpi untuk kuliah di luar negeri, mengingat kondisi ekonomi keluarganya.

Ia juga tidak ingin membuat orang tuanya khawatir kalau dirinya harus jauh menimba ilmu di negeri orang.

Keberadaan Program SMA Unggul Garuda Transformasi (SUGT) memecah kebuntuan tersebut. Kini Fauziah tidak lagi khawatir untuk mengejar mimpi berkuliah di luar negeri.

"Program SUGT ini membuat (pikiran) saya terbuka bahwa kuliah tuh enggak harus di dalam negeri. Banyak kampus global di dunia yang bisa membuat saya lebih berkembang," jelasnya, melalui keterangan Bakom RI, Minggu (8/11/2026).

Sebelum ada Sekolah Garuda, membayangkan bisa berkuliah di luar negeri saja membuat Fauziah bergidik. Biayanya pasti menguras kantong keluarga. Belum lagi untuk kehidupan sehari-hari selama berkuliah.

Baca Juga: Sekolah Nasional Terintegrasi Resmi Dibuka, Apa Bedanya dengan Sekolah Rakyat dan SMA Unggul Garuda?

"Hal pertama yang saya pikirin untuk berkuliah di luar negeri itu pertama living cost ya, Kak. Dari segi biaya, waduh gimana nih kalau kuliah di luar negeri, pasti butuh biaya yang besar untuk kehidupan saya ataupun pendidikan saya," jelasnya.

Yang lebih berat lagi adalah restu orang tua. Meski tak langsung diutarakan, Fauziah sadar orang tuanya pasti khawatir kalau dia harus berkuliah jauh dari rumah.

Alhasil ia mengurungkan niat tersebut. Menurut Fauziah, berkuliah di dalam negeri lebih realistis. Dia pun sudah mengincar untuk kuliah di fakultas hukum di sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) yang tidak jauh dari rumah. Sejak kelas 10, Fau memang mengincar untuk bisa berkuliah di fakultas hukum.

Pintu harapan terbuka bagi Fauziah saat ada sosialisasi mengenai Program SUGT di sekolahnya. Tahun ini, SMAN 28 Jakarta menjadi sekolah yang mendapatkan Program SUGT.

Dari sosialisasi ini, mata dan pikirannya terbuka. Orang tua pun tidak khawatir karena dilibatkan dalam sosialisasi maupun seleksi. Dengan begitu, dua kekhawatiran Fauziah langsung sirna.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.