Akurat Logo

Smartphone Semakin Tipis, tetapi Mengapa Kapasitas Baterainya Justru Membesar?

Yusuf Tirtayasa | 8 November 2026, 23:57 WIB
Smartphone Semakin Tipis, tetapi Mengapa Kapasitas Baterainya Justru Membesar?
Cara Menghemat Baterai Android. - Ilustrasi

AKURAT.CO Smartphone modern menghadapi tantangan yang cukup menarik. Di satu sisi, produsen berlomba membuat perangkat semakin tipis, ringan, dan nyaman digenggam.

Di sisi lain, pengguna menginginkan baterai berkapasitas besar agar HP mampu bertahan sepanjang hari. Dua kebutuhan tersebut terlihat bertolak belakang karena baterai merupakan salah satu komponen yang membutuhkan ruang cukup besar di dalam perangkat.

Namun, perkembangan teknologi baterai dan desain internal membuat produsen memiliki lebih banyak pilihan. Kapasitas baterai tidak hanya ditentukan oleh ukuran fisik, tetapi juga berkaitan dengan kepadatan energi, material, dan efisiensi komponen.

Inilah alasan beberapa smartphone dapat membawa baterai lebih besar tanpa harus memiliki bodi yang jauh lebih tebal.

Kepadatan Energi Menjadi Kunci Perkembangan Baterai

Kapasitas baterai biasanya dinyatakan dalam satuan miliampere-hour atau mAh. Angka tersebut menunjukkan kapasitas penyimpanan muatan listrik, tetapi tidak sepenuhnya menggambarkan ukuran fisik maupun daya tahan baterai.

Salah satu faktor penting adalah kepadatan energi. Semakin tinggi kepadatan energi suatu baterai, semakin banyak energi yang dapat disimpan dalam volume atau berat tertentu.

Teknologi baterai berbasis silikon-karbon menjadi salah satu perkembangan yang menarik perhatian industri smartphone. Material silikon dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan energi pada anoda dibandingkan penggunaan grafit konvensional dalam konfigurasi tertentu.

Meski demikian, teknologi tersebut memiliki tantangan, termasuk perubahan volume material selama proses pengisian dan pengosongan baterai. Produsen perlu mengembangkan komposisi dan desain yang mampu menjaga stabilitas serta usia pakai.

Baterai Besar Bukan Satu-Satunya Penentu Daya Tahan

Kapasitas baterai yang tinggi tidak otomatis membuat smartphone lebih awet. Konsumsi energi juga dipengaruhi prosesor, layar, konektivitas, perangkat lunak, dan kebiasaan pengguna.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.