Akurat Logo

Bulu Kucing Kena Minyak Kayu Putih, Aman atau Bahaya?

Redaksi Akurat | 15 Oktober 2026, 12:38 WIB
Bulu Kucing Kena Minyak Kayu Putih, Aman atau Bahaya?
Kucing

AKURAT.CO Banyak pemilik hewan peliharaan memanfaatkan minyak kayu putih untuk mengusir kutu pada kucing kesayangan mereka. Namun  dikutip dari Arena Hewan, efektivitas minyak ini untuk mengatasi kutu sebenarnya belum pernah terbukti secara ilmiah. Mengoleskan minyak kayu putih secara sembarangan justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan baru pada kucing.

Baca Juga: 10 Cara agar Kucing Peliharaan Berumur Panjang, Pemilik Wajib Tahu

Aroma yang sangat menyengat serta sensasi panas dari minyak kayu putih umumnya membuat kucing merasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman tersebut dapat memicu timbulnya stres hingga membuat kucing terus-menerus menggaruk tubuhnya. Selain itu, kulit kucing yang sensitif juga berisiko mengalami reaksi alergi, iritasi, maupun infeksi.

Kebiasaan alami kucing dalam merawat diri dengan cara menjilat bulunya (grooming) juga menjadi ancaman tersendiri. Jika bagian tubuh yang diolesi minyak kayu putih terjilat, kandungan bahan kimia di dalamnya dapat membahayakan organ dalam. Kucing yang tidak sengaja menelan cairan ini umumnya akan mengalami refleks muntah serta penurunan nafsu makan.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Kutu Kucing dengan Cepat dan Aman di Rumah

Selain masalah pencernaan, aroma tajam yang terhirup secara langsung dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan kucing. Bila cairan minyak mengenai area mata atau rongga mulut, kucing akan merasakan perih luar biasa dan sensasi terbakar. Efek panas dari cairan ini juga bisa merusak estetika bulu kucing sehingga menjadi lepek, menggumpal, dan rontok.

Penggunaan minyak kayu putih pada induk kucing yang sedang hamil atau menyusui juga sangat tidak disarankan demi keselamatannya. Menganggap minyak kayu putih aman untuk kucing hanyalah sebuah kepercayaan tanpa dasar medis yang valid. Jika kucing mengalami masalah kesehatan atau kutu, langkah terbaik adalah selalu berkonsultasi langsung dengan dokter hewan.

Primandha Rachma Auzia (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R