Akurat Logo

Wisuda STIKes KHAS Kempek, 65 Tenaga Kesehatan Siap Mengabdi untuk Negeri

Lufaefi | 3 Mei 2026, 16:03 WIB
Wisuda STIKes KHAS Kempek, 65 Tenaga Kesehatan Siap Mengabdi untuk Negeri
Prosesi Wisuda STIKes KHAS Kempek Cirebon (YouTube @khaskempek)

AKURAT.CO Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) KHAS Kempek resmi mewisuda 65 mahasiswa dalam Sidang Terbuka Program Studi Farmasi dan Gizi yang digelar di Swiss-Belhotel Cirebon, Rabu (30/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, termasuk Menteri Agama RI, perwakilan Bupati Cirebon, LLDikti Wilayah IV, serta tokoh nasional Prof. Mohammad Nuh dan KH. Said Aqiel Siroj.

Sebanyak 65 lulusan tersebut terdiri dari 38 sarjana Farmasi dan 27 sarjana Gizi. Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan penekanan pada nilai profesionalisme dan pengabdian di bidang kesehatan.

Baca Juga: UT School Wisuda Mekanik Alat Berat Batch 37

Ketua Yayasan KHAS Kempek, KH. Muh. Mustofa Aqiel Siroj, dalam amanatnya menegaskan pentingnya integritas dan akhlak bagi para lulusan.

“Lulusan harus menjunjung tinggi integritas, akhlak, dan pengabdian dalam menjalankan profesi di bidang kesehatan,” ujarnya.

Menteri Agama RI dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap peran pesantren dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya di sektor kesehatan.

Ia menilai integrasi nilai keislaman dan keilmuan menjadi kekuatan penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berakhlak.

Menurutnya, kehadiran institusi seperti STIKes KHAS Kempek merupakan kontribusi nyata pesantren dalam menjawab kebutuhan tenaga kesehatan nasional.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Mohammad Nuh menyoroti masih terbatasnya akses pendidikan tinggi di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa hanya sekitar 39 persen anak usia 19–23 tahun yang dapat mengenyam pendidikan tinggi.

Karena itu, ia menilai pengembangan perguruan tinggi non-keagamaan di lingkungan pesantren merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan.

“STIKes KHAS Kempek harus mampu menjadi bridge to the future, jembatan masa depan bagi generasi muda melalui pendidikan kesehatan yang unggul,” kata Mohammad Nuh.

Sementara itu, dalam tausiah kebangsaan, KH. Said Aqiel Siroj menekankan pentingnya keterbukaan dan profesionalisme lintas agama dalam dunia kesehatan.

Baca Juga: STAI Nurul Iman Parung Bogor Gelar Wisuda ke-XV, Luluskan 449 Sarjana

Ia mencontohkan praktik kolaborasi lintas keyakinan dalam sejarah Islam, seperti ketika Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan ditangani dokter Kristen Ortodoks, serta Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur yang pernah berobat kepada dokter beragama Zoroaster.

Menurut Said Aqiel, tradisi keterbukaan tersebut menjadi fondasi kemajuan peradaban kesehatan Islam, termasuk lahirnya institusi layanan kesehatan seperti bimaristan. Ia menegaskan bahwa kemajuan lembaga pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi tanpa sekat.

Ketua STIKes KHAS Kempek menambahkan bahwa para lulusan diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, etika profesi, serta mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan di Indonesia.

Wisuda ini menjadi bukti komitmen STIKes KHAS Kempek dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi