Wisuda STIKes KHAS Kempek, 65 Tenaga Kesehatan Siap Mengabdi untuk Negeri

AKURAT.CO Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) KHAS Kempek resmi mewisuda 65 mahasiswa dalam Sidang Terbuka Program Studi Farmasi dan Gizi yang digelar di Swiss-Belhotel Cirebon, Rabu (30/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, termasuk Menteri Agama RI, perwakilan Bupati Cirebon, LLDikti Wilayah IV, serta tokoh nasional Prof. Mohammad Nuh dan KH. Said Aqiel Siroj.
Sebanyak 65 lulusan tersebut terdiri dari 38 sarjana Farmasi dan 27 sarjana Gizi. Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan penekanan pada nilai profesionalisme dan pengabdian di bidang kesehatan.
Baca Juga: UT School Wisuda Mekanik Alat Berat Batch 37
Ketua Yayasan KHAS Kempek, KH. Muh. Mustofa Aqiel Siroj, dalam amanatnya menegaskan pentingnya integritas dan akhlak bagi para lulusan.
“Lulusan harus menjunjung tinggi integritas, akhlak, dan pengabdian dalam menjalankan profesi di bidang kesehatan,” ujarnya.
Menteri Agama RI dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap peran pesantren dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya di sektor kesehatan.
Ia menilai integrasi nilai keislaman dan keilmuan menjadi kekuatan penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berakhlak.
Menurutnya, kehadiran institusi seperti STIKes KHAS Kempek merupakan kontribusi nyata pesantren dalam menjawab kebutuhan tenaga kesehatan nasional.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Mohammad Nuh menyoroti masih terbatasnya akses pendidikan tinggi di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa hanya sekitar 39 persen anak usia 19–23 tahun yang dapat mengenyam pendidikan tinggi.
Karena itu, ia menilai pengembangan perguruan tinggi non-keagamaan di lingkungan pesantren merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan.
“STIKes KHAS Kempek harus mampu menjadi bridge to the future, jembatan masa depan bagi generasi muda melalui pendidikan kesehatan yang unggul,” kata Mohammad Nuh.
Sementara itu, dalam tausiah kebangsaan, KH. Said Aqiel Siroj menekankan pentingnya keterbukaan dan profesionalisme lintas agama dalam dunia kesehatan.
Baca Juga: STAI Nurul Iman Parung Bogor Gelar Wisuda ke-XV, Luluskan 449 Sarjana
Ia mencontohkan praktik kolaborasi lintas keyakinan dalam sejarah Islam, seperti ketika Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan ditangani dokter Kristen Ortodoks, serta Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur yang pernah berobat kepada dokter beragama Zoroaster.
Menurut Said Aqiel, tradisi keterbukaan tersebut menjadi fondasi kemajuan peradaban kesehatan Islam, termasuk lahirnya institusi layanan kesehatan seperti bimaristan. Ia menegaskan bahwa kemajuan lembaga pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi tanpa sekat.
Ketua STIKes KHAS Kempek menambahkan bahwa para lulusan diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, etika profesi, serta mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan di Indonesia.
Wisuda ini menjadi bukti komitmen STIKes KHAS Kempek dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 7Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN
- 10Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan




