Nono Sampono: PIK 2 Jadi Pusat Kolaborasi Pendidikan, UMKM, dan Ekonomi Syariah

AKURAT.CO Presiden Direktur PT Bangun Kosambi Sukses (Agung Sedayu Group–PIK 2), Nono Sampono, menegaskan, pengembangan kawasan PIK 2 kini melampaui orientasi bisnis properti.
Kawasan ini, kata Nono, dirancang menjadi pusat kolaborasi tiga pilar ekonomi: pendidikan, ekonomi konvensional, dan ekonomi syariah.
Di hadapan jajaran Universitas Terbuka (UT) dan mitra strategis, Nono menyebut, kerja sama dengan dunia pendidikan mencerminkan semangat gotong royong untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kita ingin kolaborasi ini membawa manfaat luas dalam tridharma perguruan tinggi,” ujar Nono, Senin (10/11/2025).
Menurut Nono, kehadiran kampus dan kegiatan pendidikan di kawasan PIK 2 memberi dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar.
Ribuan tenaga kerja terlibat dalam berbagai sektor, mulai dari pegawai tetap hingga pekerja harian.
“Pegawai tetap kami lebih dari 5.800 orang, security sekitar 4.000 orang. Belum termasuk pekerja harian dan keluarga mereka yang menggantungkan hidup di kawasan ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, geliat ekonomi rakyat juga tumbuh pesat berkat aktivitas di PIK 2. Warung makan, UMKM, hingga usaha rumahan menikmati peningkatan omset.
Baca Juga: Arif Satria Resmi Pimpin BRIN, Siap Kawal Riset Nasional di Bidang Pangan, Energi, dan Air
“Saya dapat laporan, warung paling laris justru warung tegal (warteg). Artinya, perputaran ekonomi rakyat berjalan baik,” katanya.
Lebih jauh, Nono mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memperkuat pilar ekonomi syariah sebagai bagian dari strategi besar nasional.
“Kita punya tiga pilar ekonomi, konvensional, syariah, dan UMKM. Ketiganya harus berkolaborasi. Apalagi Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jangan sampai tertinggal dari negara lain seperti Malaysia,” tegasnya.
Sinergi antara dunia pendidikan, sektor usaha, dan masyarakat, menurutnya, akan menciptakan ekosistem berkelanjutan yang inklusif.
“Jangan dikira di PIK 2 tidak ada pilar ekonomi syariah. Justru itu arah besar kita ke depan,” imbuhnya.
Beasiswa untuk 200 Mahasiswa UT
Sebagai bentuk konkret dari kolaborasi tersebut, Senin (10/11/2025) dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Bangun Kosambi Sukses (bagian dari Agung Sedayu Group) dan Universitas Terbuka (UT).
Penandatanganan dilakukan oleh Nono Sampono, selaku Direktur Utama, dan Ali Muktiyanto, selaku Rektor UT.
Kesepakatan ini mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, magang mahasiswa, serta pengembangan sumber daya manusia.
Sebagai tindak lanjut, Agung Sedayu Group melalui PT Bangun Kosambi Sukses juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan UT Serang dan Yayasan Dimuso Generasi Bangsa (Sentra Layanan UT Cipondoh).
Melalui perjanjian ini, Agung Sedayu Group resmi menyalurkan bantuan beasiswa senilai Rp2,986 miliar untuk 200 calon mahasiswa UT.
Dana ini bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bangun Kosambi Sukses.
“Hari ini kami resmi menandatangani bantuan beasiswa bagi 200 calon mahasiswa Universitas Terbuka dengan total hampir tiga miliar rupiah. Ini komitmen kami untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat sekitar PIK 2,” ujar Nono.
Beasiswa tersebut mencakup biaya pendidikan hingga delapan semester untuk berbagai program studi, seperti Ekonomi Syariah, Manajemen, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, Hukum, hingga Agribisnis.
Kerja sama strategis ini mencerminkan sinergi antara dunia industri dan pendidikan dalam memperluas akses belajar serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
“Saya kira mahasiswa bisa banyak belajar langsung dari praktik lapangan di kawasan PIK 2. Saya pun sudah beberapa kali memberikan kuliah umum di sini,” tutup Nono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









