Akurat

Beasiswa Pelatihan Koding dan AI untuk Guru SD & SMP Resmi Dirilis, Simak Jadwal dan Syaratnya

Naufal Lanten | 5 Oktober 2025, 21:02 WIB
Beasiswa Pelatihan Koding dan AI untuk Guru SD & SMP Resmi Dirilis, Simak Jadwal dan Syaratnya

AKURAT.CO Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) baru-baru ini mengumumkan program beasiswa menarik untuk guru jenjang SD dan SMP. Melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Kemendikdasmen menghadirkan Beasiswa Pelatihan Teknis Non Gelar yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran STEM, khususnya di bidang koding dan kecerdasan artifisial.

Informasi resmi mengenai program ini tertuang dalam surat bernomor 2638/B5/GT.02.00/2025 dan diumumkan pada tanggal 3 Oktober 2025, ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang menjadi sasaran peserta. Program ini merupakan kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Monash University, Australia, memberikan kesempatan bagi guru Indonesia untuk mendapatkan pelatihan internasional di bidang teknologi dan sains.


Apa Tujuan Beasiswa Pelatihan STEM ini?

Beasiswa ini tidak hanya menawarkan kesempatan mengikuti pelatihan, tetapi lebih dari itu, tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran STEM di jenjang pendidikan dasar. Dengan kompetensi baru dalam koding dan kecerdasan artifisial, guru dapat mengimplementasikan metode pengajaran yang lebih modern, interaktif, dan relevan dengan perkembangan teknologi global.

Program ini diharapkan mampu menyiapkan guru yang lebih adaptif, kreatif, dan inovatif, sekaligus mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan dunia digital yang semakin kompleks.


Jadwal Seleksi dan Pelaksanaan Program

Bagi guru yang tertarik, berikut adalah jadwal penting yang harus dicatat:

  1. Pendaftaran Peserta: 3 Oktober hingga 3 November 2025.

  2. Seleksi Administrasi: Minggu pertama November 2025.

  3. Seleksi Wawancara: Minggu pertama November 2025.

  4. Pelaksanaan Pelatihan: 17 hingga 21 November 2025, berlangsung selama lima hari.

Setiap tahapan seleksi dirancang untuk memastikan peserta yang terpilih benar-benar memenuhi kriteria, siap berpartisipasi aktif, dan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ke dalam pembelajaran di kelas masing-masing.


Syarat Pendaftaran: Siapa yang Bisa Mengikuti?

Peserta beasiswa ini harus memenuhi beberapa persyaratan, baik umum maupun khusus:

Persyaratan Umum

  • Warga Negara Indonesia (WNI).

  • Berusia maksimal 55 tahun per 31 Desember 2025.

  • Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

  • Sehat jasmani dan rohani.

Persyaratan Khusus

  • Berstatus Pendidik ASN atau Pendidik tetap yayasan.

  • Guru SD diutamakan mengajar kelas 5 atau 6.

  • Guru SMP harus mengajar Matematika, IPA, IPS, atau Informatika.

  • Memiliki pengalaman mengajar minimal 2 tahun berturut-turut di satuan pendidikan formal.

  • Memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV dengan IPK minimal 3,00 atau setara.

  • Memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat resmi: minimal TOEFL ITP 450, Duolingo 75, TOEFL iBT 45, IELTS 5.0, TOEIC 440, atau English Score 290.

  • Lulusan perguruan tinggi luar negeri dibuktikan dengan ijazah masih berlaku, maka sertifikat kemampuan Bahasa Inggris tidak diwajibkan.

Dengan persyaratan yang cukup detail ini, program beasiswa bertujuan menjaring guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga siap menerapkan ilmu terbaru di bidang STEM secara nyata.


Kenapa Program Ini Penting untuk Guru dan Pendidikan Indonesia?

Pelatihan ini memberikan keuntungan ganda. Selain meningkatkan kapasitas guru, program ini juga mempersiapkan murid-murid Indonesia lebih siap menghadapi revolusi digital. Kompetensi guru dalam koding dan kecerdasan artifisial dapat membantu menciptakan metode pembelajaran yang lebih interaktif, mendorong kreativitas, sekaligus menumbuhkan kemampuan problem solving di kalangan siswa sejak dini.

Selain itu, pengalaman belajar internasional melalui Monash University memberikan perspektif global bagi guru, membuka peluang untuk inovasi di kelas dan meningkatkan standar pendidikan nasional.


Kesimpulan

Beasiswa Pelatihan Teknis Non Gelar dari Kemendikdasmen dan LPDP ini merupakan peluang emas bagi guru SD dan SMP untuk mengembangkan kompetensi STEM. Bagi guru yang memenuhi syarat, jangan lewatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, dan memberikan dampak positif bagi pendidikan di sekolah masing-masing.

Baca Juga: Daftar Jurusan Paling Banyak Lolos Beasiswa LPDP 2025, Plus Strategi Ampuh Agar Peluang Lebih Besar!

Baca Juga: Cegah Bullying dan Korupsi, Pemprov Jabar Siapkan Beasiswa Dokter Spesialis

FAQ

1. Apa itu Beasiswa Pelatihan Teknis Non Gelar dari Kemendikdasmen?
Beasiswa ini adalah program pelatihan bagi guru SD dan SMP untuk meningkatkan kompetensi dalam pembelajaran STEM, khususnya koding dan kecerdasan artifisial. Program ini bekerja sama dengan LPDP dan Monash University, Australia.

2. Siapa yang bisa mengikuti beasiswa ini?
Peserta adalah guru Warga Negara Indonesia (WNI) yang berstatus ASN atau guru tetap yayasan, dengan pengalaman mengajar minimal 2 tahun di satuan pendidikan formal. Guru SD prioritas kelas 5–6, sementara guru SMP harus mengajar Matematika, IPA, IPS, atau Informatika.

3. Apa saja persyaratan usia dan akademik peserta?
Peserta maksimal berusia 55 tahun per 31 Desember 2025. Kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV dengan IPK minimal 3,00 atau setara.

4. Apakah kemampuan Bahasa Inggris wajib dimiliki?
Ya, peserta harus memiliki sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang masih berlaku, seperti TOEFL, IELTS, Duolingo, TOEIC, atau English Score sesuai skor minimal yang ditentukan. Lulusan perguruan tinggi luar negeri dibuktikan dengan ijazah masih berlaku, maka sertifikat Bahasa Inggris tidak wajib.

5. Kapan pendaftaran dan seleksi beasiswa dilaksanakan?
Pendaftaran dibuka dari 3 Oktober hingga 3 November 2025. Seleksi administrasi dan wawancara berlangsung pada minggu pertama November 2025, sementara pelatihan akan dilaksanakan pada 17–21 November 2025.

6. Berapa lama durasi pelatihan yang diberikan?
Pelatihan berlangsung selama lima hari penuh, dengan materi dan praktik langsung di bidang koding dan kecerdasan artifisial.

7. Apa manfaat utama bagi guru yang mengikuti pelatihan ini?
Guru akan memperoleh kemampuan baru dalam mengajar STEM secara interaktif, meningkatkan kreativitas dan inovasi di kelas, serta pengalaman belajar internasional yang dapat diterapkan langsung dalam pendidikan siswa.

8. Bagaimana cara mendaftar beasiswa ini?
Guru yang memenuhi persyaratan dapat mendaftar melalui sistem pendaftaran resmi yang diumumkan oleh Kemendikdasmen dan LPDP, sesuai tanggal yang telah ditentukan.

9. Apakah semua guru SMP bisa mendaftar?
Hanya guru SMP yang mengajar Matematika, IPA, IPS, atau Informatika yang dapat mengikuti program ini.

10. Apakah beasiswa ini gratis?
Ya, program beasiswa ini mencakup biaya pelatihan, termasuk materi dan fasilitas yang diberikan selama lima hari pelatihan, sehingga peserta tidak perlu membayar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.