Kemdikti Saintek Finalisasi Lokasi Sekolah Garuda Baru, Empat Daerah Diprioritaskan

AKURAT.CO Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek) tengah menyeleksi lokasi pembangunan Sekolah Garuda baru, salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Empat provinsi menjadi prioritas untuk rampung tahun depan, yakni Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara.
Wakil Menteri Dikti Saintek, Stella Chirstie, menyebut peninjauan lapangan masih berlangsung, termasuk di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dan Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Kedua wilayah itu masuk daftar calon lokasi tambahan.
“Kalimantan Tengah masuk lima besar. Peluangnya cukup besar. Setelah peninjauan, kami menyiapkan laporan yang bisa menjadi dasar rasionalisasi dalam menentukan lokasi. Jika Pak Menteri dan Pak Presiden setuju, ini bisa menjadi pilihan,” ujar Stella, Minggu (14/9/2025).
Ia menegaskan proses seleksi dilakukan secara transparan melalui usulan pemerintah daerah di seluruh Indonesia, dengan penilaian berbasis kesiapan wilayah, potensi sumber daya, dan komitmen daerah mendukung program Presiden.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Jangan Percaya IMF, Mereka Enggak Pintar-pintar Amat
Keputusan lokasi disebut Stella akan diambil cepat. “Karena sebelumnya sudah ditinjau oleh tim dan data sudah lengkap. Satu minggu paling lambat diputuskan,” tambahnya.
Jika Kalimantan Tengah ditetapkan, pembangunan akan masuk tahap kedua yang ditargetkan rampung Juni 2027, dengan operasional dimulai tahun ajaran 2027/2028.
Sekolah Garuda akan berdiri di lahan seluas 20 hektare, dua hektare untuk bangunan dan sisanya kawasan hijau.
Konsep terpadu juga akan diterapkan dengan melibatkan masyarakat sekitar. Stella mencontohkan di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, lahan sekolah akan difungsikan sebagai pusat riset kakao.
Sementara di Katingan, Kalimantan Tengah, terbuka peluang pengembangan perkebunan durian yang akan dikaji bersama pakar Universitas Palangkaraya.
Stella berharap kehadiran Sekolah Garuda tidak hanya menjawab ketertinggalan Indonesia di bidang sains dan teknologi, tetapi juga mendorong potensi daerah, perekonomian, dan pariwisata setempat.
Dalam Sidang Tahunan DPR/MPR, 15 Agustus lalu, Presiden Prabowo menegaskan 20 Sekolah Unggulan Garuda Baru dan 80 Sekolah Unggulan Garuda Transformasi segera beroperasi.
Program ini menjadi bagian dari upaya mencetak calon pemimpin masa depan sekaligus memperkuat daya saing bangsa di bidang sains dan teknologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









