AKURAT.CO Ular weling (Bungarus Candidus) dikenal karena coraknya yang khas dan berbahaya, merupakan salah satu jenis ular berbisa yang tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Dilansir dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), mengatakan bahwa bisa ular weling mengandung neurotoksin kuat yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian bila tidak ditangani segera. Apakah benar ular ini hanya aktif di malam hari? Cek mitos dan faktanya di sini!
Ular weling memiliki penampilan unik dengan pola belang hitam dan putih yang mencolok. Corak ini justru menjadi peringatan alamiah atas bahayanya.
Ular weling ini banyak ditemukan di wilayah perdesaan, persawahan, hingga pinggiran kota, dan sering dianggap sebagai simbol mistis yang dipercaya membawa pertanda buruk.
Namun, fakta ilmiah menyatakan bahwa ular weling bersifat pemalu dan hanya akan menyerang jika terancam.
Dilansir dari laman resmi World Health Organization (WHO), disebutkan bahwa kasus gigitan ular weling tergolong langka karena sifatnya yang tidak agresif di siang hari. Aktivitasnya meningkat di malam hari (nokturnal), saat dia berburu mangsa seperti tikus dan katak.
Salah satu mitos yang berkembang di masyarakat Indonesia adalah bahwa ular weling merupakan peliharaan makhluk gaib atau penunggu tempat angker. Mitos ini beredar luas terutama di wilayah Jawa dan Sumatra. Namun, para ahli herpetologi menegaskan bahwa kehadiran ular weling di suatu lokasi lebih berkaitan dengan kondisi ekosistem dan ketersediaan makanan.
Ular ini juga termasuk dalam daftar hewan dilindungi di beberapa negara karena jumlah populasinya yang menurun akibat perburuan dan kerusakan habitat.
Meskipun berbahaya, ular weling memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan di alam.
Penting bagi masyarakat untuk membedakan antara mitos dan fakta ilmiah seputar ular weling.
Edukasi mengenai perilaku ular ini tidak hanya membantu mengurangi risiko konflik antara manusia dan satwa liar. Tetapi juga memperkuat kesadaran perlindungan.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









